Dihadiri Ketum PBNU, Gerakan Nasional 'Pesantrenku Aman' Digelar di Bandung
VISI.NEWS - Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) menggelar roadshow ke-25 Gerakan Nasional 'Pesantrenku Aman' di Pondok Pesantren Darul Ma'arif, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. Hadir pula Satuan Anti Kekerasan di Pesantren (SAKA Pesantren), pengasuh Pondok Pesantren Darul Ma'arif Bandung KH Sofyan Yahya, serta sejumlah pihak lainnya.
Dalam kegiatan tersebut juga digelar halaqah pengasuh pondok pesantren, bimbingan teknis (bintek) Digdaya Pesantren, serta pelantikan musyrif dan musyrifah pondok pesantren.
Gus Yahya mengatakan, roadshow tersebut merupakan bagian dari agenda PBNU yang dilaksanakan dari pesantren ke pesantren sejak awal Juni 2026.
"Kegiatan roadshow ini bagian dari agenda besar PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama)," kata Gus Yahya kepada wartawan.
Menurutnya, transformasi pesantren telah menjadi salah satu agenda PBNU sejak awal masa khidmat periode 2022. Transformasi tersebut diarahkan agar pengelolaan pesantren lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
"Oleh karena itu sejak awal juga sudah diproses gagasan-gagasan dan hal lainnya. Seperti apa standar pesantren di masa ini, yaitu menyangkut standar infrastrukturnya, standar kurikulumnya, standar metode pengasuhannya, dan pola standar kegiatan-kegiatan dan seterusnya. Hal itu sudah diterbitkan di dalam buku yang tadi diluncurkan," tuturnya.
Gus Yahya mengatakan, sejumlah gagasan utama mengenai standarisasi pembelajaran di pesantren telah diadopsi pemerintah sejak 2023.
"Pesantren-pesantren ini kita dorong untuk bisa memenuhi standar yang sudah diformulasikan," katanya.
Gus Yahya juga menyinggung kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang pernah terjadi di lingkungan pesantren. Menurut dia, hasil kajian menunjukkan salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah pemenuhan standar tata ruang dan infrastruktur pesantren.
"Sehingga membuat lebih mudah terjadi kasus seperti itu. Atau standar pengasuhan ke pengasuhannya atau tata cara pengasuhan dan saterusnya. Itu belum seusai dengan yang ditentukan. Makanya kita pikirkan tentang standar ini. Supaya hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah," ujarnya.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama membantu pesantren agar berkembang dan memberikan lingkungan pendidikan yang lebih baik bagi para santri.
"Anak-anak kita mendapatkan pendidikan lebih baik dan masa depan yang lebih baik," harapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya juga mengungkapkan persiapan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
"Mohon doa restu," ujarnya.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) dan PBNU.
Perwakilan Inkindo mengatakan pihaknya siap membantu pesantren di bawah naungan PBNU dalam pembangunan maupun renovasi infrastruktur.
"Kami siap membantu PBNU melalui MoU ini, untuk mencegah terulangnya bangunan-bangunan yang roboh di pesantren. Jadi kami akan membantu pesantren di PBNU yang ingin merenovasi dan membangun baru. Apabila dibutuhkan, kami siap membantu dengan keahlian kami. Terutama infrastruktur, dan desain pesantren yang sesuai dengan standar keamanan dan lain-lain," kata perwakilan Inkindo di Ponpes Darul Ma'arif.
Selain membantu pembangunan dan renovasi, Inkindo juga membuka peluang bagi para santri untuk mendapatkan pengalaman kerja melalui praktik langsung di dunia usaha.
"Mulai besok seluruh pesantren di Indonesia sudah mulai bisa konsultasi infrastruktur. Yang menjadi konsultannya adalah para ahli dari Inkindo," katanya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ma'arif Bandung KH Sofyan Yahya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang menghadiri kegiatan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman. @kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!