Dihadiri Bupati Bandung, Musda KNPI Kab. Bandung Rifki atau Praha yang Jadi Ketua?
"Dan sebenarnya secara hakekatnya di KNPI, itu mencetak kader untuk mempersiapkan pemimpin di masa depan. Itulah KNPI dengan latar belakang yang berbeda dan sebagainya. Tapi kalau sudah berkumpul dan berhimpun di KNPI, maka disitulah dinamika akan muncul," tuturnya.
KNPI itu ibarat anggota DPRD, katanya, berbeda-beda warna tapi satu tujuan dalam upaya membantu, mendorong dan mensukseskan.
Kang DS meminta para pemuda dan OKP yang berhimpun di KNPI ini untuk membangun sinergitas sesuai dengan visi misi Kabupaten Bandung.
"Visi kita adalah terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang Bedas (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera)," tuturnya.
Dijabarkan menjadi lima misi, kata Kang DS, yakni membangkitkan daya saing daerah, membuat sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan berkeadilan dan merata, mengaktifkan kembali kreatifitas masyarakat, dan tentunya pola kehidupan berwawasan dan juga memiliki nilai-nilai keagamaan. Bagaimana untuk membantu masyarakat lemah.
"Dijabarkan lagi menjadi 13 program prioritas dan ini sudah diimplementasikan. Oleh karena itu, saya meminta kepada KNPI ke depan setelah hari ini dilaksanakan Musda, dan saya titip siapapun yang terpilih nanti yang terbaik untuk pemuda Kabupaten Bandung. Penyampaian visi misi dan gagasan yang dikedepankan, dan saya berharap siapapun yang terpilih nanti hasil Musda pada hari ini, saya minta sinergitas dengan visi misi Kabupaten Bandung," katanya.
Dalam kesempatan tersebut Kang DS mempersilahkan kepada KNPI jika ada agenda pertemuan dengan dirinya selaku Bupati Bandung untuk menyampaikan gagasan, kritikan dan memberikan kewenangan bagi KNPI untuk bisa bekerjasama dengan kepala OPD yang ada di Kabupaten Bandung. "Saya minta peranan pemuda ini berperan, untuk menyampaikan gagasan dan lain sebagainya," katanya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bandung sudah menyiapkan program yang berpihak kepada masyarakat. "Sebelum saya dilantik 26 April 2021, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung dalam posisi minus 1,87 persen dan Desember 2022 meningkat menjadi 5,32 persen," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!