Digital Identity: Solusi Mitigasi Fraud dalam Ekonomi Digital Indonesia

ED
Senin, 31 Juli 2023 | 12:21 WIB
Bagikan
Digital Identity: Solusi Mitigasi Fraud dalam Ekonomi Digital Indonesia
  • Menguatkan bisnis melalui digital identity dan tanda tangan digital

VISI.NEWS | JAKARTAEkonomi digital Indonesia mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir, didorong dengan masyarakat modern yang identik dengan karakteristik transaksi keuangan. Namun, hal ini juga menciptakan ekosistem keuangan yang semakin kompleks dengan risiko dan ancaman penipuan yang baru.

Dalam salah satu sesi diskusi di Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX 2023), Roberto Akyuwen, Kepala OJK Kantor Regional 1 DKI Jakarta dan Banten mengungkapkan, "Dalam praktiknya, transformasi digital memiliki dua tujuan, yakni pertumbuhan usaha dan memperkuat tata kelola dalam mengurangi risiko yang biasanya menjadi masalah di bank-bank dengan skala menengah atau kecil."

Adanya digitalisasi telah membuat transaksi keuangan semakin mudah, akan tetapi risikonya juga semakin tinggi. Masuknya serangan cyber dan fraud tidak dapat terdeteksi, meskipun sebagian besar bisa dicegah, dampaknya lebih besar ketika hal tersebut terungkap. Oleh karenanya, penting untuk melakukan mitigasi yang tepat.

Roberto menambahkan, "Dalam mencegah fraud, OJK sebagai regulator tidak bisa bergerak sendiri. Kolaborasi dengan pelaku industri jasa keuangan diperlukan dalam mendorong industri menciptakan platform yang aman, sekaligus memberikan edukasi literasi digital. Disamping itu, evaluasi dan pemantauan platform juga penting sebagai tolak ukur keamanan jaringan dalam meluncurkan produk dari lembaga jasa keuangan."

Ahmad Taufik, Head of Product Solution VIDA mengamati bahwa industri keuangan menjadi area yang sangat besar persentasenya dalam fraud yang berkaitan dengan digital identity. Padahal, dari hasil riset yang dilakukan VIDA bersama Katadata Insight Center, ditemukan bahwa digital identity sangat berdampak pada percepatan pertumbuhan bisnis, industri dan ekonomi secara nasional.

"Sebanyak 58% perusahaan mengalami peningkatan penjualan setelah adopsi teknologi digital identity. Maka, dalam kolaborasi bersama untuk mengatasi tantangan ini, perusahaan teknologi memiliki peran yang signifikan dalam memberikan manfaat digitalisasi dan juga keseimbangan agar jangan sampai kekhawatiran akan fraud itu menghambat langkah kita untuk memaksimalkan manfaat dari digital identity," ungkapnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.