Didirikan di Ciparay Tahun 1929, Itikoerih Hibarna Koperasi Pertama di Indonesia
PADA bulan Oktober 1929, sejarah mencatat sebuah tonggak penting dalam perjalanan ekonomi kerakyatan Indonesia. Di Desa Magung, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, lahirlah koperasi pertama yang terbentuk dengan pengertian dan aturan dasar seperti koperasi modern yang kita kenal sekarang. Koperasi ini diberi nama Itikoerih Hibarna, dan menjadi cikal bakal gerakan koperasi nasional di Indonesia.
Tokoh utama di balik pendirian koperasi ini adalah Raden Rangga Amongpradja, seorang tokoh lokal yang memahami pentingnya kemandirian ekonomi masyarakat melalui sistem koperasi. Dengan semangat kolektif dan gotong royong, ia menggagas pendirian koperasi kredit pertanian untuk membantu para petani kecil agar tidak terjerat rentenir dan tengkulak.
Sebulan setelah berdiri, koperasi Itikoerih Hibarna didaftarkan secara resmi ke Departemen Urusan Ekonomi. Ini menunjukkan keseriusan para pendirinya dalam menjadikan lembaga ini sebagai badan hukum yang sah, bukan hanya gerakan sosial biasa. Mereka ingin koperasi ini diakui negara sebagai lembaga ekonomi yang dapat bertahan dan berkembang.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada 12 Juni 1930, Itikoerih Hibarna resmi mendapatkan pengesahan sebagai badan hukum melalui terbitnya Inlandsche Rechtspersoon—izin operasional bagi lembaga pribumi yang berlaku pada masa Hindia Belanda. Momentum ini menjadikan Itikoerih Hibarna sebagai koperasi pertama yang memiliki legalitas formal di Indonesia.
Sebagai bentuk rasa syukur atas turunnya izin tersebut, diadakan sebuah pertemuan besar di Ciparay pada 22 Juni 1930, yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bupati Bandung R.A.A. Wiranatakusumah V. Momen ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga unjuk tekad bahwa koperasi bukanlah lembaga biasa, melainkan instrumen perjuangan ekonomi rakyat.
Berita tentang kegiatan tersebut kemudian dimuat oleh Harian Sipatahoenan pada edisi 27 Juni 1930. Ini adalah salah satu bukti dokumentasi sejarah penting tentang eksistensi koperasi Itikoerih Hibarna sebagai pionir gerakan koperasi di Indonesia. Dukungan media kala itu menunjukkan bahwa gerakan koperasi sudah mulai mendapatkan perhatian publik.
Klaim bahwa Itikoerih Hibarna adalah koperasi pertama juga dikuatkan oleh Margono Djojohadikoesoemo, tokoh penting dalam sejarah koperasi Indonesia. Dalam bukunya yang terkenal, 10 Tahoen Koperasi 1930–1940, ia menuliskan tahun 1930 sebagai titik awal sejarah koperasi modern, merujuk pada turunnya izin operasional koperasi ini.
Tak hanya sebagai pelopor, kantor koperasi Itikoerih juga menjadi saksi sejarah penting lainnya. Di tempat inilah diadakan rapat pembentukan Panitia Kongres Koperasi Pertama yang merupakan cikal bakal lahirnya Kongres Koperasi Indonesia. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Niti Soemantri dan AD Doengga, dua tokoh penting gerakan koperasi kala itu.
Rapat pra-kongres itu dihadiri oleh tokoh-tokoh koperasi dari berbagai daerah, antara lain Soeliadianata dari Pusat Koperasi Kota Bandung, Kartawisastra dari Tasikmalaya, Soeriawidjaja dari Garut, Soerawikarta dari Ciamis, dan Kastoera dari Kabupaten Bandung. Ini menunjukkan betapa luasnya jaringan gerakan koperasi saat itu di wilayah Priangan.
Dalam rapat itu, dibentuklah Pengurus Pusat Koperasi Karesidenan Priangan, sebuah lembaga koordinasi yang memiliki tugas strategis. Salah satu keputusan penting mereka adalah mengkoordinasi seluruh koperasi yang telah ada di Jawa Barat, serta mendorong pembentukan koperasi di daerah-daerah yang belum terjangkau.
Tak hanya itu, mereka juga memiliki satu misi besar: secepat-cepatnya menyelenggarakan Kongres Koperasi Indonesia. Misi ini kemudian menjadi kenyataan, dan mengantarkan koperasi sebagai gerakan nasional yang terstruktur dan terorganisasi.
Dengan sejarah yang begitu kuat, Itikoerih Hibarna bukan sekadar koperasi lokal, melainkan simbol awal dari perjuangan ekonomi rakyat Indonesia melalui sistem koperasi yang berlandaskan pada kemandirian, keadilan, dan solidaritas. Warisan ini patut dikenang, dijaga, dan dijadikan inspirasi untuk membangun koperasi yang lebih kuat di masa depan.
@aep s abdullah
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!