Di Tengah Eskalasi Konflik, Rusia Kirim Bantuan Obat ke Iran
VISI.NEWS | BANDUNG - Di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, Rusia mengirimkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan seberat 13 ton kepada Iran melalui jalur transit Azerbaijan. Bantuan tersebut dikirim oleh Kementerian Situasi Darurat Rusia pada Kamis (12/3/2026) sebagai respons atas kondisi kemanusiaan yang memburuk akibat konflik di kawasan.
Menurut pernyataan resmi kementerian yang dikutip oleh kantor berita Anadolu Agency, pengiriman bantuan dilakukan melalui jalur udara menuju Azerbaijan sebelum kemudian diteruskan kepada otoritas Iran. Langkah ini disebut sebagai upaya memastikan bantuan medis dapat segera sampai ke wilayah terdampak.
Kementerian Situasi Darurat Rusia menegaskan bahwa pengiriman ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Vladimir Putin. Dalam pernyataannya, kementerian menjelaskan mekanisme distribusi bantuan tersebut.
“Unit penerbangan Kementerian Situasi Darurat Rusia mengatur pengiriman obat-obatan ke Republik Azerbaijan untuk kemudian diserahkan kepada perwakilan resmi pemerintah Republik Islam Iran,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dirilis kementerian.
Pengiriman bantuan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang memanas sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Situasi semakin memanas setelah Teheran melakukan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi penempatan aset militer Amerika Serikat. Aksi saling serang antara pihak-pihak yang terlibat masih terus berlangsung hingga kini.
Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) pada Jumat (13/3/2026) mengumumkan peluncuran gelombang ke-45 dari Operasi True Promise 4. Operasi tersebut disebut sebagai kelanjutan dari serangan terhadap target militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!