Di Majalaya, Ada Kedai Ramen dan Sushi Toping Bumbu Khas Sunda
"Sangat berat ya, kita membatasi orang datang kesini, juga dengan jarak yang dibatasi. WJS sendiri sempat tutup satu bulan lebih, dan omset turun sekitar 80%, karyawan kita kurangi dari 10 orang jadi 5 orang. Jadi sepi aja tempat, meskipun tetap kita jalan dengan Food Online, yang dibantu Gofood, Grabfood, Shoppefood, tapi tetap kita gak bisa kongkow, ketemu banyak orang," ungkapnya.
Kondisi tersebut tambah berat dengan terjadinya kenaikan harga rempah, seperti cabai yang sempat satu kilogram itu Rp. 100.000, yang tetap dia beli karena tidak ingin menurunkan kualitas kepada para konsumennya.
Meski demikian ia tetap optimis ke depan bisnisnya ini akan normal kembali seperti biasanya. Terlebih ia juga berkeinginan bisa menambah wahana tempat rekreasi bagi anak-anak.
"Mudah mudahan kalau ada biaya nya, kita mau bikin tempat buat anak anak, karena mayoritas yang datang ke sini selain anak mudanya, ya tentu family, kan selalu bawa anak anak. Gimana caranya selain enak di kualitas rasa, juga tempat yang disuguhkan nyaman dan betah gitu, insya Allah kalau sudah waktunya, kan kita bertahap juga, sementara dengan fasilitas seperti ini," pungkas luthfi. @gustav viktor rizal
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!