Di HUT ke-77 PLN, Legislator Soroti Kinerja BUMN Listrik Tersebut
"Di kita tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga lebih mahal dibandingkan tarif listrik untuk bisnis," tambah Mul, begitu ia biasa disapa.
Menurut Politisi Fraksi PKS ini, di usia yang semakin matang ini, PLN harus benar-benar dapat menarik hikmah dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.
Jangan sampai terulang kegagalan yang serupa. Seperti beberapa waktu lalu, karena pohon Sengon saja, terjadi pemadaman listrik se-pulau Jawa.
Tidak hanya itu, karena pemerintah salah dalam menetapkan asumsi pertumbuhan permintaan listrik (over estimated), maka PLN menjadi korban.
Sampai hari ini, dampaknya masih terasa berupa kelebihan suplai listrik dan utang perusahaan yang mencapai Rp. 600 triliun.
Akibatnya, hari ini keuangan PLN tertekan dan kesulitan pendanaan investasi bisnisnya. Mulyanto juga minta agar PLN tidak sekadar gagah-gagahan dengan produksi listrik yang hijau, namun mahal.
Krisis energi di Inggris, India, dan China baru-baru ini adalah pengalaman yang berharga. Di tengah melambungnya harga gas dan BBM, negara-negara ini yang menyatakan siap untuk energi hijau, ternyata kembali membuka tambang batu bara dan menyalakan PLTU mereka. @fen
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!