Di Hadapan Bupati Bandung, Guru Ngaji Merasakan Langsung Manfaat Program Ini
Dadang Supriatna mengatakan ada sekitar 15.348 orang guru ngaji yang sudah terakomodir. Ia berharap kedepan bisa dilaksanakan jambore guru ngaji sebagai bentuk rasa syukur atas perjuangan para guru ngaji yang sangat luar biasa tersebut.
"Anggaran guru ngaji di Kabupaten Bandung sebesar Rp 109 miliar per tahun yang terbesar di Indonesia," katanya. Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan, bahwa program insentif guru ngaji ini sebagai bentuk perhatian dalam upaya memuliakan ulama. "Ini yang terbaik bagi ustadz dan ustadzah," katanya.
Selain guru ngaji, Kang DS juga memberikan perhatiaan terhadap penyelenggaraan atau pengelolaan pendidikan Tsanawiyah. Ia juga turut memprogramkan pembangunan 28 SMP baru di Kabupaten Bandung. Pada tahun 2022 sudah terealisasi 15 SMP dan tahun 2023 9 SMP dan sisanya 4 SMP tahun 2024.
Di hadapan para guru ngaji itu, Bupati Bandung mengungkapkan bahwa pihaknya menggulirkan program pinjaman modal bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Pemkab Bandung sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 70 miliar. Program pinjaman ini untuk meminimalisir atau mengurang bank emok yang merajalela di Kabupaten Bandung.
"Guru ngaji yang mau buka usaha silahkan. Tak bayar bunga karena bunganya disubsidi oleh pemerintah. Nanti pinjamannya bisa ditingkatkan dari Rp 2 juta ke Rp 5 juta," sebut Bupati Bedas ini.
Dikatakannya, dengan adanya program pinjaman dana bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan ini, untuk mengurangi angka pengangguran. Selain itu untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Bandung.
@kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!