Di Balik Duka Bocah SD di Ngada, Terungkap Keluarga Tak Tersentuh Bantuan Sosial
Ibu kandung YBR, Maria Goreti Te’a, mengingat pagi terakhir sebelum kabar duka datang. Ia mengatakan anaknya sempat mengeluh kurang enak badan, namun tetap berangkat ke sekolah.
“Saya kaget ada kabar, dari tetangga, saya pikir anak saya ada pergi sekolah,” ungkap Maria.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana persoalan administrasi bisa berdampak besar pada kehidupan keluarga miskin. Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan akan mempercepat pembenahan data kependudukan warga rentan agar kasus serupa tidak terulang. Di tengah duka mendalam, langkah cepat pendataan menjadi awal dari upaya menghadirkan perlindungan yang selama ini belum sempat mereka rasakan. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!