Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031

Desi Rossilawati
Jumat, 28 Agustus 2026 | 16:53 WIB
Bagikan
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031

Destry Damayanti./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031 oleh Komisi XI DPR RI, Kamis (27/8/2026).

Destry merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Perry Warjiyo. Perry sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan penetapan Destry dilakukan melalui musyawarah untuk mufakat.

"Komisi XI DPR RI berdasarkan musyawarah untuk mufakat menyetujui dan menetapkan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031," kata Mukhamad Misbakhun dalam keteranganya dikutip, Jumat (28/8/2026).

Sebelum ditetapkan sebagai Gubernur BI, Destry menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI. Ia ditunjuk untuk menjalankan tugas gubernur setelah Perry Warjiyo meninggalkan jabatan tersebut.

Penetapan Destry menjadi catatan baru dalam sejarah Bank Indonesia. Ia akan menjadi perempuan pertama yang menjabat Gubernur BI secara definitif sejak bank sentral tersebut berdiri pada 1953.

Sosok Destry Damayanti

Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia dan meraih gelar Master of Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat.

Karier Destry dimulai di bidang riset. Ia pernah menjadi asisten peneliti di Harvard Institute for International Development, peneliti di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, serta bekerja di Badan Analisa Keuangan dan Moneter Kementerian Keuangan.

Kariernya kemudian berkembang di sektor pasar keuangan. Destry pernah menjabat sebagai ekonom Citibank Indonesia, Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia, Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas, serta Kepala Ekonom Bank Mandiri.

Destry juga pernah memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN. Selain itu, ia menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada 2015-2019.

Pada 2015, Presiden Joko Widodo menunjuk Destry sebagai Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada 2019, Destry terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Ia kemudian kembali dipercaya untuk menjalani periode kedua pada 2024.

Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI pada 26 Juli 2026.

Pengalaman Destry di pemerintahan, perbankan, riset ekonomi, dan pasar keuangan membuatnya telah lama terlibat dalam pengambilan kebijakan ekonomi serta upaya menjaga stabilitas sistem keuangan Indonesia.

Masuk Daftar Perempuan Pemimpin Bank Sentral Dunia

Penetapan Destry juga menambah jumlah perempuan yang menduduki posisi tertinggi di bank sentral dan otoritas moneter dunia.

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia hingga 26 Agustus 2026, sedikitnya terdapat 26 bank sentral nasional, lembaga supranasional, dan otoritas moneter di dunia yang dipimpin perempuan.

Penelusuran tersebut mencakup gubernur, presiden, pejabat sementara, serta pemimpin dengan jabatan setara di bank sentral dan otoritas moneter di berbagai negara.

Pemimpin bank sentral perempuan paling banyak berada di kawasan Asia-Pasifik dan Eropa, yang masing-masing memiliki sembilan pemimpin perempuan.

Di kawasan Asia-Pasifik, sejumlah nama yang masuk dalam daftar tersebut antara lain Michele Bullock di Australia dan Anna Breman di Selandia Baru.

Sementara di Eropa terdapat Christine Lagarde yang memimpin Bank Sentral Eropa (ECB), Elvira Nabiullina di Rusia, serta Jorgovanka Tabaković di Serbia.

Amerika tercatat memiliki empat pemimpin perempuan yang berasal dari Meksiko, Chile, Kuba, dan Kepulauan Cayman. Sementara Afrika memiliki empat perempuan yang memimpin bank sentral di Seychelles, Rwanda, Mauritius, dan Sudan.

Di Asia Tenggara, posisi pimpinan bank sentral atau otoritas moneter perempuan terdapat di Kamboja melalui Chea Serey, Laos melalui Bounkham Vorachit, serta Brunei Darussalam melalui Hajah Rashidah binti Haji Sabtu.

Dengan penetapan Destry Damayanti, Indonesia turut menambah daftar negara di Asia Tenggara yang memiliki perempuan di posisi tertinggi bank sentral.

Meski demikian, jumlah perempuan yang menduduki posisi puncak bank sentral di dunia masih relatif terbatas dibandingkan dengan keseluruhan jumlah pimpinan bank sentral.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.