Delegasi Forum Air Dunia ke-10 Terkesan dengan Upacara Penjernihan Air di Bali
Ia juga meyakini bahwa Forum Air Dunia ke-10 di Bali akan menjadi forum air dunia yang paling sukses dan merupakan kemenangan diplomasi bagi Indonesia.
“Sejak didirikan 30 tahun lalu (pendirian Dewan Air Dunia/WWC), (organisasi) ini adalah (organisasi) paling profesional, paling efisien yang pernah saya lihat,” kata Loic Fauchon.
Ritual Upacara Penjernihan Air Bali
Ritual Sagara Kerthi diawali dengan prosesi pemujaan yang menampilkan tarian sakral sebagai media persembahan. Tarian tersebut antara lain Topeng Panasar, Sang Hyang Jaran, Sang Hyang Dedari, Baris Cerkuak, Rejang Putri Maya, dan Tari Topeng Sidikarya.
Setelah itu, jemaah Hindu yang hadir pada upacara tersebut melakukan doa bersama yang dipimpin oleh seorang pendeta. Prosesi diakhiri dengan pelepasan satwa ke alam yang meliputi 1.000 tukik, 1.000 ekor burung, dan 5 ekor penyu.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Upacara Penjernihan Air Bali merupakan salah satu rangkaian kegiatan World Water Forum ke-10 yang menampilkan keberagaman budaya Indonesia, khususnya Bali.
“Akan ada gala dinner di Garuda Wisnu Kencana. Selain itu, ada field trip delegasi ke Jatiluwih untuk melihat sistem irigasi Subak, serta trip ke Pura Besakih, Kintamani, dan beberapa destinasi lain yang menghormati air. , kita juga akan adakan Bali Street Carnival,” kata Menteri Sandiaga seraya menambahkan bahwa Bali Street Carnival akan mengusung tema “Samudra Cipta Peradaban” yang melambangkan upaya untuk menghormati laut sebagai sumber kesejahteraan semesta.
Parade yang berlangsung pada 20 Mei 2024 ini akan menampilkan enam sanggar seni dan melibatkan sekitar 1.200 seniman.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!