Dedi Mulyadi Terapkan Pendidikan Barak Militer untuk Tangani Kenakalan Remaja di Jabar
Editor
Desi Rossilawati
Selasa, 29 April 2025 | 09:44 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan kebijakan baru berupa pendidikan karakter berbasis barak militer bagi remaja yang terlibat kenakalan berat, termasuk tindak kekerasan dan kriminalitas. Program ini, menurut Dedi, bertujuan menyelamatkan generasi muda dari krisis moral dan sosial yang kian parah akibat pengaruh lingkungan negatif.
Dedi menilai, eskalasi kenakalan remaja sudah berada di tahap mengkhawatirkan, di mana pelanggaran tak lagi sebatas kenakalan kecil, melainkan sudah merambah penganiayaan hingga pembunuhan.
"Problem kenakalannya sudah akut sampai tindak kriminal, mulai dari penganiayaan hingga pembunuhan. Ini tidak bisa dibiarkan, karena kita akan kehilangan satu generasi yang memiliki sifat-sifat azasi sebagai manusia Indonesia," ungkapnya melalui akun media sosial resminya, Selasa (29/4/2025).
Gubernur menegaskan bahwa pendidikan di barak bukan berarti melatih remaja untuk berperang. Fokusnya adalah membentuk kedisiplinan, kebugaran fisik, pengembangan bakat, serta pola hidup sehat dan positif. Aktivitas sehari-hari di barak akan meliputi olahraga, kesenian, dan keterampilan lain yang mendukung pertumbuhan karakter remaja.
Meski mengikuti pendidikan karakter ini, para peserta tetap berstatus sebagai siswa SMP atau SMA dan mengikuti kurikulum pendidikan formal di lingkungan barak.
"Mereka tidak kehilangan haknya sebagai pelajar. Pendidikan formal tetap berjalan seiring dengan pendidikan karakter di barak," tegas Dedi.
Partisipasi dalam program ini memerlukan persetujuan dari orangtua atau wali. Dedi menekankan pentingnya kolaborasi antara negara dan keluarga dalam membentuk karakter anak.
"Bagaimanapun mereka masih di bawah perwalian orang tuanya. Artinya, orangtuanya harus memiliki kesadaran untuk menyerahkan mereka melewati pendidikan berbasis disiplin ini," jelasnya.
Selain membentuk disiplin, pendidikan barak juga bertujuan menjauhkan remaja dari ancaman seperti rokok, narkoba, kecanduan game online, judi daring, dan konten pornografi.
Mengakhiri pesannya, Dedi mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung program ini demi membentuk generasi Jawa Barat yang kuat, sehat, disiplin, dan berkarakter.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap dengan program ini, remaja tak hanya tumbuh cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara moral dan sosial.
"Kita harus menyelamatkan mereka dari ancaman lingkungan, pergaulan bebas, penyalahgunaan teknologi, serta kekurangan gizi akibat makanan tidak sehat. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk melahirkan generasi Jawa Barat yang kokoh, kuat, dan hebat," tutupnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!