Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Dedi Mulyadi Tawari Dua Pilihan Terkait Ijazah Siswa yang Ditahan

Desi Rossilawati
Senin, 3 Februari 2025 | 12:09 WIB
Bagikan
Dedi Mulyadi Tawari Dua Pilihan Terkait Ijazah Siswa yang Ditahan

VISI.NEWS | BANDUNG - Persoalan ijazah siswa yang ditahan pihak sekolah di Jawa Barat masih menjadi perhatian Gubernur Jabar terpilih Dedi Mulyadi.

Dedi kembali menyampaikan terkait polemik ijazah siswa dan kali ini ia memberi dua pilihan kepada masyarakat Jawa Barat.

"Kita masih bicara persoalan ijazah yang masih ditahan dan jumlahnya semakin menyurut karena banyak yang sudah diberikan, tapi ada juga yang belum memberikan. Untuk itu saya ingin menyampaikan dua hal pada warga silakan mana yang lebih disukai oleh warga atau lebih rasional menurut warga," ujar Dedi Mulyadi dikutip dalam unggahan video akun Instagram @dedimulyadi71, Senin (3/2/2025).

Pria yang akrab disapa KDM itu memberi dua pilihan. Pertama, bantuan sebesar Rp600 miliar atau bisa jadi nanti bisa Rp650 miliar atau Rp700 miliar yang merupakan anggaran Provinsi Jawa Barat untuk bantuan sekolah diserahkan melalui sekolahnya masing- masing melalui rekening bendahara sekolah masing-masing.

Pilihan kedua adalah anggaran itu dirubah skemanya menjadi bantuan beasiswa untuk warga yang tidak mampu yang sekolah di sekolah swasta.

"Pilih di antara dua. Diberi bantuan sekolah swastanya atau diberi beasiswa bagi masyarakat miskin yang sekolah di sekolah swasta. Silakan seluruh warga Jawa Barat untuk memberikan pendapatnya," ungkap mantan bupati Purwakarta itu.

Pendapat masyarakat bisa disampaikan melalui kolom komentar akun Instagram Dedi Mulyadi. Setelah video diunggah banyak masyarakat yang memberikan pendapatanya.

Sebelumnya Dedi Mulyadi mengingatkan sekolah khususnya sekolah swasta yang ada di Jawa terkait dengan masalah ijazah siswa ditahan dan sampai saat ini masih ada yang belum menyerahkan.

Dedi mengatakan jumlah siswa di Jawa Barat yang nunggak dan belum membayar ke sekolahanya kurang lebih ada sekitar 320 ribu orang.

"Kalau diduitin rata-rata Rp2 juta per orang nunggakannya, maka tunggakannya Rp640 miliar," ujar Dedi Mulyadi.

Selama ini kata Dedi, Provinsi Jawa Barat memberi bantuan ke sekolah-sekolah swasta tersebut yang angkanya mencapai Rp600 miliar per tahun.

"Semestinya gak usah ditahan orang kita bantunya Rp600 miliar per tahun, cuma bantuannya juga banyak ketidakadilan, banyak sekolah-sekolah favorit yang siswanya bayarnya mahal masih disubsidi atau dibantu juga semestinya itu tidak terjadi," tegasnya.

Ke depan Dedi juga akan mengaudit bantuan sesar Rp600 miliar yang telah diberikan oleh Provinsi Jawa Barat sebelumnya.

"Kami juga akan mengaudit penggunaannya untuk membangun semangat transparansi bahwa bantuan itu betul-betul bermanfaat untuk masyarakat Jawa Barat terutama untuk masyarakat miskin," kata Dedi Mulyadi. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.