Dedi Mulyadi Soroti Beban Rp 60 Miliar untuk Kertajati
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 11 Juni 2025 | 17:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan keprihatinan atas beban anggaran yang ditanggung Pemprov Jabar setiap tahun untuk operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Menurutnya, dana sebesar Rp 60 miliar per tahun tersebut seharusnya bisa dialihkan untuk kebutuhan yang lebih mendesak, seperti pembayaran tunggakan BPJS Kesehatan.
"Pemprov Jabar punya kewajiban hampir Rp 60 miliar dalam setiap tahun untuk biaya operasional Kertajati. Terus kemudian, Pemprov Jabar ternyata punya tunggakan utang BPJS Rp 300 miliar terhadap kabupaten/kota," ujar Dedi di Bandung, Rabu (11/6/2025).
Dedi mengaku sudah menyampaikan keluhannya kepada sejumlah kepala dinas. Ia mempertanyakan kebijakan anggaran sebelumnya yang lebih mengutamakan hibah dibandingkan menyelesaikan kewajiban pemerintah terhadap layanan kesehatan.
"Nah, itu terjadi tahun anggaran sebelum saya pimpin. Makanya saya komplain ke teman-teman Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, kenapa sih dulu ketika kita punya uang fiskal yang sangat cukup, lebih banyak hibah dibanding bayar kewajiban pemerintah BPJS," ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi menegaskan bahwa dirinya akan segera mengambil langkah efisiensi anggaran untuk memprioritaskan pembayaran utang BPJS, demi menjamin keberlanjutan layanan kesehatan di daerah.
"Kan ini rawan kalau kabupaten/kotanya tidak bayar. Itu bisa stop pelayanannya. Nah, ini yang akan segera saya ambil keputusan. Kan itu kewajiban yang harus dibayar. Itu problem lho," tegasnya.
Ia juga menambahkan, prinsip anggaran yang sehat harus mengedepankan kewajiban pemerintah ketimbang belanja hibah. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!