Dedi Mulyadi Sampaikan Duka atas Tragedi Ledakan Amunisi TNI di Garut
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 12 Mei 2025 | 18:15 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan belasungkawa atas wafatnya 13 orang dalam insiden ledakan amunisi TNI di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. Ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama mendoakan para korban.
"Semoga almarhum diterima seluruh keimanannya, mendapat ampunan seluruh dosa yang telah dilakukannya, mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT, dan semoga keislamannya diterima oleh Allah SWT," ucap Dedi dalam unggahan video di akun Instagram resminya, @dedimulyadi71, Senin (12/5/2025).
Ia juga mendoakan agar keluarga korban diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.
"Untuk keluarganya semoga diberikan ketabahan atas musibah yang terjadi dan semoga kita semua diberikan kelapangan hati untuk bersama-sama menyampaikan doa pada saudara-saudara kita yang meninggal pada peristiwa tersebut dengan membaca surat Al-Fatihah," tambahnya.
Ledakan terjadi sekitar pukul 09.00 hingga 09.30 WIB di Desa Sagara, Cibalong, saat TNI tengah memusnahkan amunisi kedaluwarsa. Kegiatan tersebut dilakukan di lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan disebut telah sesuai prosedur oleh pihak militer.
Insiden tragis ini menewaskan 4 prajurit TNI AD, termasuk Kolonel Cpl Antonius Hermawan yang menjabat Kepala Gudang Pusat Peralatan TNI AD. Tiga prajurit lainnya yang gugur adalah Mayor Anda Rohanda, Kopda Eri Dwi Priambodo, dan Pratu Aprio Setiawan.
Selain personel militer, 9 warga sipil turut menjadi korban jiwa. Seluruh korban tewas telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk.
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi menegaskan bahwa lokasi kegiatan telah memenuhi standar operasional. Namun, muncul pertanyaan dari sejumlah pihak, termasuk Wakil Bupati Garut, terkait kehadiran warga sipil di lokasi yang seharusnya steril. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!