Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Dedi Mulyadi Rencanakan Bayar Tunggakan BPJS Jabar melalui APBD Perubahan Tahun Ini

Desi Rossilawati
Jumat, 20 Juni 2025 | 11:53 WIB
Bagikan
Dedi Mulyadi Rencanakan Bayar Tunggakan BPJS Jabar melalui APBD Perubahan Tahun Ini

VISI.NEWS | BANDUNGGubernur Jawa BaratDedi Mulyadikembali menyampaikan soal tunggakan BPJS Kesehatan yang belum dibayarkan pemerintah di Provinsi Jabar angkanya mencapai Rp334 miliar lebih.

Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya akan membayar tunggakan itu dengan menganggarkannya di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan.

Dalam keterangannya, Dedi menduga peninggalan utang atau tunggakan BPJS Kesehatan yang berasal dari pemerintahan sebelum dirinya menjabat Gubernur Jawa Barat lantaran lupa.

"Perlu saya sampaikan bahwa tunggakan pembayaran BPBS Provinsi Jawa Barat itu besarannya Rp334 miliar lebih, mungkin ini dulu lupa untuk dianggarkan sehingga belanjanya lebih mementingkan belanja yang lain," kata Dedi Mulyadi dikutip dari akun Instagram @dedimulyadi71, Jumat (20/6/2025).

Namun menurut Dedi, karena ini menjadi kewajiban Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinannya maka tahun ini di perubahan anggaran pihaknya sudah meminta kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan untuk memasukkannya di di APBD Perubahan.

"Sehingga pada tahun ini kita bisa membayarnya," ujarnya.

Meski demikian dengan memasukkan anggaran lebih dari Rp334 miliar kata Dedi ada konsekuensinya yakni harus menghapus anggaran yang dianggap tidak penting dan boros.

"Memasukkan anggaran sebesar itu di APBD Perubahan memiliki konsekuensi yaitu belanja-belanja yang dianggap tidak penting yang sifatnya pemborosan harus dihapuskan," jelas Dedi Mulyadi.

Kepala daerah berusia 54 tahun itu juga menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus pada apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat seperti sarana dan prasarana pendidikan, infrastruktur jalan, dan irigasi serta listrik, air bersih, juga terpenuhinya sarana dan prasarana kesehatan masyarakat.

Dedi Mulyadi pun mengajak para bupati dan wali kota di seluruh Provinsi Jawa Barat agar sama-sama menganggarkan di anggaran perubahan sehingga seluruh rakyat Jawa Barat di seluruh daerah bisa menikmati jaminan layanan kesehatan dari pemerintah.

"Kita tinggalkan belanja yang tidak penting, kita utamakan layanan kita kepada masyarakat. Apa artinya? kita makan di hotel rapat di hotel tidur di hotel kalau rakyat di rumah sakit menangis dan tidak bisa dilayani oleh rumah sakit karena BPJS-nya belum dibayar apalagi kalau sampai meninggal karena tidak adanya pelayanan kita berdosa terhadap itu semua," tegas gubernur Jawa Barat. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.