Dede Farhan Aulawi Tekankan Pentingnya Kompetensi Global SDM Intelijen

ED
Kamis, 8 Juni 2023 | 00:35 WIB
Bagikan
Dede Farhan Aulawi Tekankan Pentingnya Kompetensi Global SDM Intelijen

Selanjutnya ia pun menjelaskan maksud di atas, bahwa Volatility dimaksudkan bahwa dunia saat ini berubah sangat cepat, bergejolak, tidak stabil, dan tidak terduga. Uncertainty maksudnya adalah bahwa masa depan penuh dengan ketidakpastian, sehingga sejarah dan pengalaman masa lalu terkadang tidak lagi relevan memprediksi probabilitas dan sesuatu yang akan terjadi. Complexity maksudnya adalah bahwa dunia modern lebih kompleks dari sebelumnya. Masalah dan akibat lebih berlapis, berkorelasi, dan saling mempengaruhi. Situasi eksternal yang dihadapi para pemimpin akan semakin rumit. Ambiguity maksudnya adalah bahwa lingkungan strategis yang berkaitan dengan kemanan dirasa semakin membingungkan, tidak jelas, dan sulit dipahami. Setiap situasi dapat menimbulkan banyak penafsiran dan persepsi, bahkan berkembang menjadi prasangka untuk saling menuduh, saling memfitnah dengan menggunakan berbagai instrumen informasi untuk menggiring opini dunia.

Kemudian Dede juga menambahkan bahwa VUCA menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap pemimpin negara yang menyangkut disrupsi, tarik menarik pergeseran kekuatan barat dan timur, perubahan perilaku para pihak yang berkepentingan, serta persaingan penguasaan dan eksploitasi sumber daya alam dunia yang seringkali disamarkan dengan dalih kerjasama luar negeri atau kemitraan bisnis yang berbasis pada pengembangan alih teknologi. Kepemimpinan tradisional dinilainya saat ini sudah ketinggalan zaman, terlalu lamban, dan tidak efektif untuk lingkungan yang bergejolak dan terus berubah. Karena itu, para pemimpin negara memerlukan model kepemimpinan baru yang gesit dan trengginas untuk menghadapi empat ancaman VUCA tersebut. Disinilah peran Intelijen menjadi sangat penting untuk mencermati dan mengantisipasi segala kemungkinan yang berimplikasi pada terganggunya keamanan nasional.

Lebih lanjut Dede juga menguraikan buku ‘Leaders Make the Future’ yang ditulis oleh Bob Johansen dari Institute for the Future yang mengusulkan kerangka strategi yang dapat digunakan untuk menanggapi ancaman VUCA, yang disebut VUCA Prime, yaitu Vision, Understanding, Clarity, Agility. Dengan demikian setiap Agen Intelijen idealnya memenuhi kualifikasi dan kompetensi yang berstandar internasional, yaitu berjejaring global dan mampu mendeteksi dan menganstisipasi isu – isu sentral dunia yang meliputi spektrum ancaman “WAVES” (Waepon of Mass Destruction / WMD, Asymetric Warfare, Vital of Energy, Food and Finance, Envorenment of Cyber and Technology, and space Control). Dengan demikian untuk mampu menjawab berbagai tantangan global tersebut, maka kawah candradimuka untuk menghasilkan para agen intelijen yang berkualifikasi internasional tersebut seyogyanya melakukan review kurikulum secara berkesinambungan, evaluasi proses pembelajaran dan penilaian, ketersediaan sarana dan prasarana yang diperlukan, raw material peserta didik, dan tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi di atas rata – rata.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.