Dede Farhan Aulawi Penuhi Undangan Setukpa Polri Beri Motivasi Seluruh Peserta Didik

ED
Senin, 20 Juni 2022 | 18:50 WIB
Bagikan
Dede Farhan Aulawi Penuhi Undangan Setukpa Polri Beri Motivasi Seluruh Peserta Didik

VISI.NEWS | BANDUNG - Ada sesuatu yang menarik di Setukpa Polri Sukabumi ketika mengundang motivator nasional Dede Farhan Aulawi untuk menyampaikan motivasi kepada seluruh serdik Setukpa yang berjumlah sekitar 2.126 orang ini. Selain sebagai motivator terkenal, Dede juga sebelumnya pernah menjabat sebagai Komisioner Kompolnas RI yang tentu saja mengetahui segala permasalahan dan atau kendala yang dihadapi oleh Polri dalam mengemban dan melaksanakan tugas – tugasnya. Kapasitas sebelumnya yang sering memberikan pertimbangan kepada Presiden terkait dengan anggaran, SDM dan sarpras Polri merupakan pelaksanaan tugas sesuai dengan yang diamanatkan oleh UU maupun Perpres No. 17 Tahun 2011 tentang Komisi Kepolisian Nasional.

Hal tersebut ia ungkapkan di Bandung, Senin (20/6/2022), setelah sebelumnya memenuhi undangan Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (SETUKPA) Bjp. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum untuk menyampaikan motivasi kepada seluruh serdik Sekolah Inspektur Polisi Angkatan Ke-51 TA 2022 di Lapangan Soetadi Ronodipuro Setukpa Polri. Adapun jumlah serdik yang mengikuti kegiatan tersebut sebanyak 2.126 orang yang terdiri dari Setukpa Polri 1.425 orang, di Pusdik Polair 250 orang, Pusdik Binmas 251 orang, Pusdikmin 75 orang, dan Pusdik Intel 125 orang.

Di Kota Sukabumi yang dikenal sebagai Nizza van Java atau ‘Kota sejuta cinta sejuta cerita’ ini, Dede menyampaikan secara rinci tantangan tugas Polri dalam harkamtibmas, Gakkum, dan Linyomyanmas di masa yang akan datang tidaklah mudah. Sebaliknya tantangan dan tanggung jawab pelaksanaan tupoksi ke depan akan semakin berat, karena seiring dengan perkembangan teknologi dan peradaban zaman maka kompleksitas permasalahan yang akan dihadapi semakin dinamik. Untuk itu peningkatan kapasitas personil harus terus dilakukan agar mampu mengimbangi tantangan dinamika tugas. Ujarnya.

Lebih lanjut Dede juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang super cepat ini, pada akhirnya merubah budaya dan peradaban umat manusia. Digitaliasi di segala bidang telah memaksa kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Nalar berfikir masyarakat akan semakin kritis, sehingga memiliki pola fikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Namun demikian, terkadang masih ada orang atau sekelompok orang yang menggunakan dan menfaatkan kemajuan teknologi dengan melakukan tindakan yang melawan hukum, sehingga munculah apa yang disebut dengan hazardous information yang ditandai dengan meningkatnya berita hoaks.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.