Dede Farhan Aulawi Jadi Penasihat APSDI

ED
Rabu, 5 Maret 2025 | 06:33 WIB
Bagikan
Dede Farhan Aulawi Jadi Penasihat APSDI

VISI.NEWS | BANDUNG – Dede Farhan Aulawi yang juga pemerhati seni dan budaya, menyatakan pentingnya peran negara dalam memberikan keadilan bagi penyandang disabilitas, terutama dalam mendapatkan fasilitas yang setara tanpa diskriminasi. Hal ini ia sampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi dari Pengurus Besar Asosiasi Pencak Silat Disabilitas Indonesia (PB APSDI) di kediamannya, Selasa (4/3/2025).

“Peran negara sangat penting untuk mewujudkan keadilan bagi para penyandang disabilitas agar mendapat jaminan fasilitas yang sama, sehingga tidak ada diskriminasi. Sebagaimana diatur dalam UU Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, hak setiap warga negara untuk memperoleh pendidikan harus dijamin tanpa diskriminasi,” ujar Dede.

Dalam pertemuan tersebut, pengurus PB APSDI meminta Dede untuk bergabung dalam kepengurusan sebagai pembina atau penasihat organisasi. Permintaan ini didasarkan pada pengalaman Dede sebagai pesilat dari Perguruan Silat Putra Pusaka Galunggung, Tasikmalaya, serta kiprahnya dalam berbagai organisasi kemasyarakatan, khususnya yang berfokus pada penyandang disabilitas.

Dede menyambut baik permintaan tersebut dan menegaskan bahwa APSDI memiliki peran strategis dalam memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang pencak silat. Apalagi, pencak silat telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda milik bangsa Indonesia.

Menurut Dede, secara prinsip materi dasar pencak silat bagi penyandang disabilitas tidak jauh berbeda dengan yang diajarkan kepada masyarakat umum. Teknik-teknik dasar seperti jurus, pola langkah, pukulan, dan tendangan tetap menjadi bagian dari pelatihan. Namun, metode pengajarannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing peserta.

Dalam praktiknya, pengajaran pencak silat bagi penyandang disabilitas memerlukan kesabaran dan teknik khusus. Misalnya, bagi tunanetra, dapat digunakan metode orientasi mobilitas, demonstrasi, serta latihan bertahap dari gerakan sederhana hingga kompleks. Penyesuaian ini bertujuan agar setiap peserta bisa memahami dan menguasai teknik pencak silat dengan optimal.

Lebih lanjut, Dede menyoroti pentingnya APSDI dalam memfasilitasi penyandang disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi atlet berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini sejalan dengan UU Nomor 4 Tahun 1997 yang menegaskan hak penyandang disabilitas untuk menjalani kehidupan yang setara dengan masyarakat umum.

Selain olahraga, Dede juga menekankan bahwa seni memiliki peran penting dalam memberikan ruang ekspresi bagi penyandang disabilitas. Seni tidak hanya menjadi media kreativitas, tetapi juga dapat berfungsi sebagai terapi dan wadah eksistensi bagi mereka yang berkebutuhan khusus. Dalam konteks ini, APSDI diharapkan dapat terus mendorong inklusivitas dalam dunia seni dan olahraga.

“Penyandang disabilitas harus mampu berinteraksi dan mandiri dengan menumbuhkan semangat serta kreativitas dalam seni dan olahraga. Kehendak dan usaha menjadi kunci utama. Motivasi yang kuat akan meningkatkan daya dorong untuk terus maju dan meraih prestasi,” pungkas Dede.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.