Dede Farhan Aulawi Ingatkan Pentingnya Menjaga Soliditas dan Sinergitas TNI - Polri
Selanjutnya Dede juga menjelaskan bahwa seorang parjurit teritorial yang mumpuni memiliki kemampuan penyiapan potensi wilayah menjadi kekuatan pertahanan negara, dalam keadaan siap di mobilisasi sewaktu-waktu maupun yang masih tahap pengembangan mobilisasi. Semua hal tersebut adalah syarat mutlak ketangguhan kekuatan pertahanan. Hal tersebut perlu dilaksanakan dengan terencana, terpadu, terukur dan berkesinambungan. Pencapaian keberhasilan tugas pokok TNI, salah satu faktor utama yang mempengaruhi adalah tercapainya tujuan dan sasaran Binter, karena Binter merupakan inti dalam operasi militer selain perang bagi TNI.
“Binter adalah strategi yang dipilih dalam pemberdayaan wilayah pertahanan. Inti dari Binter TNI adalah memenangkan hati rakyat. Program Binter sendiri memiliki tiga aspek, yaitu menciptakan aktifitas agar masyarakat bersedia mendukung program TNI, melakukan koordinasi dan perencanaan bersama pemerintah daerah setempat, dan melaksanakan fungsi asistensi, persuasi dan informasi pada masyarakat lokal agar mendukung misi militer jika diperlukan kelak. Ketiga aspek Binter tersebut dilakukan dengan tujuan untuk memberikan dukungan pada pemerintah dalam menyiapkan potensi nasional menjadi kekuatan pertahanan yang dipersiapkan sejak dini meliputi wilayah pertahanan beserta kekuatan pendukungnya, untuk melaksanakan operasi militer untuk perang (OMP), yang pelaksanaannya didasarkan pada kepentingan pertahanan negara sesuai dengan sistem pertahanan semesta, membantu pemerintah menyelenggarakan pelatihan dasar kemiliteran secara wajib bagi warga negara sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, serta membantu pemerintah memberdayakan rakyat sebagai kekuatan pendukung," tambah Dede.
Kemudian Dede juga menambahkan bahwa mekanisme pelibatan rakyat dalam pertahanan negara melalui pemberdayaan wilayah pertahanan, bukanlah hal yang mudah. Perubahan lingkungan strategis yang sangat dinamis dan terkadang unpredictable menimbulkan kerumitan dan kesiapan dalam berbagai kondisi. Indonesia hakikatnya negara yang sangat cinta damai, tetapi juga harus siap berperang jika ada yang mengganggu dan mengancam kedaulatan negara. Di sinilah peran TNI AD, melakukan kegiatan Binter demi terwujudnya kemanunggalan TNI-Rakyat dengan mengedepankan faktor sosiopsikologis rakyat. Di sinilah peran komunikasi sosial (Komsos) menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan Binter.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!