Dede Farhan Aulawi Bicara Pentingnya Mengenal Perjalanan Sejarah Bangsa
VISI.NEWS | BANDUNG - Mencermati nuansa kebatinan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, ada baiknya seluruh anak bangsa mau bercermin pada sejarah perjalanan negara ini. "Dimana para pendahulu kita, rela mengorbankan segalanya demi kemerdekaan negeri ini. Semua dilakukan sepi ing pamrih, bukan karena iming – iming jabatan, atau posisi di pemerintahan melainkan berjuang tulus dan ikhlas untuk kepentingan bersama, yaitu bangsa yang merdeka dan berdaulat. Itulah sebabnya, sering dikatakan bahwa bangsa yang baik adalah bangsa yang mengenal sejarahnya," ungkap Motivator Dede Farhan Aulawi di Bandung, Senin (26/2/2024).
Hal tersebut ia sampaikan untuk menjawab pertanyaan media yang dilakukan dalam percakapan melalui sambungan seluler. Dirinya mengingatkan apa yang disampaikan oleh Bung Karno saat menyampaikan pidato politiknya pada 17 Agustus 1966, yang mengatakan: Jangan sekali-kali melupakan sejarah (jasmerah).
Sebuah pernyataan yang masih sangat relevan hingga sekarang untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia akan perjalanan panjang bangsanya. Dimana masyarakat yang berbeda – beda bersatu padu memperjuangkan kemerdekaaan, sampai lahir semboyan Bhineka Tunggal Ika.
Menurutnya, para pendahulu menyadari kenyataan pluralitas yang dimiliki oleh bangsa ini. Kesamaan memori kolektif diyakini sebagai sarana pemersatu yang dapat membentuk identitas bersama guna menumbuhkan semangat militansi terhadap bangsa dan negara. Sebagai bagian dari masyarakat yang sangat heterogen, maka untuk mewujudkan integrasi, rasa kebangsaan harus senantiasa dipupuk. Kesadaran sejarah dapat menjadi sarana untuk mewujudkan hal tersebut. Sejarah bukan sekedar rentetan fakta dan kronik belaka. Sejarah sarat dengan makna yang dapat dipetik dan dijadikan cermin dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya Dede juga menyampaikan bahwa belajar sejarah pada dasarnya bertujuan untuk membentuk karakter, membangkitkan kesadaran sejarah, dan memperkuat identitas kebangsaan. Seorang filosof M. Tullius Cicero mengatakan, “Historia est testis temporum, lux veritatis, vita memoria, magistra vitae, nuntia vetustatis”, yang artinya Sejarah adalah tanda zaman, cahaya kebenaran, kehidupan ingatan, guru kehidupan, utusan masa lampau. Maksudnya sejarah memegang peran penting bagi keberadaan sebuah bangsa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!