Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Pusat Kebudayaan Tionghoa Bandung Dibidik Jadi Magnet Wisata 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Dede Farhan Aulawi Aktif Sosialisasikan Green Leadership dalam Pengembangan Wisata Desa

ED
Senin, 25 Maret 2024 | 05:45 WIB
Bagikan
Dede Farhan Aulawi Aktif Sosialisasikan Green Leadership dalam Pengembangan Wisata Desa

Selanjutnya Dede juga menjelaskan konsep dasar Green Leadership pada hakikatnya adalah kepemimpinan berwawasan lingkungan, dimana membutuhkan partisipasi dari semua warga negara dan para pemimpin setempat diharapkan dapat menginspirasi dan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan upaya – upaya nyata pelestarian alam. Jadi Green leadership adalah kemampuan dari seorang individu pemimpin dalam menentukan kebijakan yang pro lingkungan dan dapat memengaruhi serta memobilisasi individu lain dalam organisasi untuk mendukung kebijakan pro lingkungan tersebut. Kualitas lingkungan akan menentukan masa depan, karena akan berdampak terhadap kualitas hidup manusia, seperti ekonomi, ketahanan pangan, dan lainnya.

Masyarakat desa bisa menjadi kontributor nyata dan terlibat langsung dalam aksi nyata upaya pelestarian lingkungan, dan dapat bergerak bersama-sama menjadi ecopreneur, menerapkan konsep sirkular ekonomi, serta dapat mendorong upaya pengelolaan sampah dan limbah berkelanjutan. Selain itu, dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, warga desa bisa bergerak serempak dengan penuh kesadaran untuk melakukannya. Namun demikian, menggugah kesadaran masyarakat kota pun sebenarnya tidak kalah pentingnya. Apalagi kualitas udara perkotaan yang semakin memburuk, seyogiyanya menggugah kesadaran para pemimpin setempat untuk aktif menggerakan warganya agar berpartisipasi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan hijau “, tambahnya.

Termasuk anakanak muda, khususnya generasi milenial bisa dilibatkan dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan, membuat dan menyebarkan konten atau opini positif dan konstruktif di media sosial yang mendukung pelestarian alam dan lingkungan, serta proaktif melakukan kampanye dan sosialisasi langsung di lingkungan sekolah, organisasi atau masyarakat. Apalagi di wilayah yang sering mengalami kebakaran hutan (karhutla), partisipasi masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan karhutla tersebut.

“ Itulah sebabnya saat ini juga lagi tren pemberian penghargaan Green Leadership kepada para pemimpin yang memiliki komitmen dan inisiatif nyata dalam mewujudkan kelestraial lingkungan. Pemberian penghargaan tersebut hakikatnya adalah sebuah simbol dan pesan agar para pemimpin lainnya sama – sama berwawasan lingkungan, proaktif, penuh inisiatif dan kreatif terhadap kepentingan orang banyak dan alam sekitar agar tetap lestari. Salah satu bentuk konkrit bisa dilihat dari kebijakan dalam melakukan revitalisasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah menuju Sanitary Landfill. Sanitary Landfill merupakan model pengelolaan yang terbaik, dengan mengedepankan aspek lingkungan yang melaksanakan pengelolaan sampah secara terencana dan dilakukan pengerukan dalam durasi yang intens, “ pungkasnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.