Dari TREND 2026, Tutur.co.id Lahir!

ED
Rabu, 8 April 2026 | 07:12 WIB
Bagikan
Dari TREND 2026, Tutur.co.id Lahir!

Forum Tutur Economic Dialogue (TREND) 2026 yang mengusung tema “Unlocking Growth in the Middle-Income Trap” di Hotel Le Meridien Jakarta, Selasa (7/4/2026), sekaligus menjadi momentum soft launching Tutur Media Digital. /visi.news/ist

  • Dunia Bergejolak, Indonesia di Titik Krusial: 5 Strategi Kunci Keluar dari Middle Income Trap Dibuka di TREND 2026

VISI.NEWS | JAKARTA - Ketika ketidakpastian global semakin menekan arah pertumbuhan ekonomi, Indonesia dipaksa menghadapi satu pertanyaan besar: mampu atau tidak keluar dari jebakan middle-income trap (negara dengan pendapatan menengah) dan pertumbjuhan ekonomi tak hanya berkutat di 5% saja. Isu krusial ini menjadi sorotan utama dalam forum Tutur Economic Dialogue (TREND) 2026 yang mengusung tema “Unlocking Growth in the Middle-Income Trap” di Hotel Le Meridien Jakarta, sekaligus menjadi momentum soft launching Tutur Media Digital.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam closing remarks, Selasa (7/4/2026) sore menegaskan bahwa situasi global yang tidak menentu justru menuntut Indonesia untuk memperkuat fondasi pembangunan. Ia menilai bahwa tanpa langkah strategis yang konsisten, Indonesia berisiko terjebak dalam stagnasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dalam paparannya, Suahasil menguraikan lima agenda besar pembangunan sebagai peta jalan keluar dari middle-income trap. Agenda pertama adalah peningkatan produktivitas tenaga kerja.

“Apa yang harus kita lakukan, kalau dunia sedang seperti ini. Paling tidak ada lima agenda besar pembangunan untuk keluar dari Middle-Income Trap. Pertama, tingkatkan terus produktifitas pekerja kita,” ujar Suahasil.

Agenda kedua adalah pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada akses layanan dasar. Sementara agenda ketiga adalah reformasi institusional, termasuk reformasi birokrasi dan regulasi yang berdampak nyata.

“Ketiga, institusional reform. Termasuk di dalamnya berbicara reformasi birokrasi. Harus dipikirkan regulasi yang mempunyai dampak. Perlu transformasi kelembagaan dan perlu memastikan institusi dapat bekerja agar iklim investasi terjaga,” tegasnya.

Agenda keempat adalah kebijakan yang tepat sasaran, dan agenda kelima adalah stabilitas sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan. “Konsisten saja pada kelima ini dan terjemahkan di setiap pemerintahan lalu juga diterjemahkan dalam APBN,” pungkas Suahasil.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.