DARI PONPES KE PONPES | Pesantren Al-Hikamussalafiyah Sumedang,

ED
Sabtu, 1 April 2023 | 07:32 WIB
Bagikan
DARI PONPES KE PONPES | Pesantren Al-Hikamussalafiyah Sumedang,
  • Selama bulan Ramadan 1444 H ini, InsyaAllah akan hadir tulisan-tulisan dari Bambang Melga Suprayogi, M.Sn., yang mengunjungi beberapa pondok pesantren di Jawa Barat. Tulisan mengupas profil pesantren dan kiai sepuhnya, proses pendidikan dan amaliah yang biasa mereka jalankan. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi para pembaca yang budiman.

Oleh Bambang Melga Suprayogi, M.Sn.

PERJALANAN penulis kali ini ke Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah di Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang, tepatnya sebelah barat pusat Kota Sumedang di Jalan Sukamantri, RT 003 RW 004, Desa Sukamantri.

Pesantren yang satu ini sangat menarik untuk didatangi, karena menuju ke sana kita akan dibawa ke alam pedesaan Pasundan yang sangat elok, asri, berkelok, naik dan turun, serta akan disuguhi sepanjang mata memandangan memesona keindahan alam pedesaan yang memanjakan mata kita. Otomatis, saat kita menuju ke pesantren tersebut, kita diajak untuk mensyukuri ciptaan Allah SWT.

Menikmati perjalanan menuju Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, hati kita serasa dalam perjalanan batin, yang mau tidak mau, kita dibawa buat bertasbih, dan berdzikir.

Alhamdulillah, rasanya bersyukur bagi yang pernah singah, dan mengetahui keberadaan pesantren ini, karena nun jauh di pedalaman daerah Sumedang, kita bisa menemukan mutiara Islam yang sinarnya sampai menyilaukan banyak kalangan di negeri ini.

Beruntunglah kita menemukan setitik oase, mata air indah, yang airnya jernih, dan membuat kita bahagia, karena pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah tersebut, mampu memberi warna, dan arti tersendiri, yang keberadaannya di Jawa Barat sangat diperhitungan.

Itu terlihat jelas, sampai-sampai para petinggi negara kita, tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) pusat, apalagi orang-orang PWNU Jabar, sudah tak asing dengan para pendiri pesantren ini, dan seringkali mereka menyengajakan datang ke sini, bersilaturahmi, membahas banyak hal, dan membuat keputusan-keputusan penting di pesantren ini.

Penulis sendiri saat ke sana, belum mengenali apa dan siapa mama kiai pendirinya, dan bisa di kata, tak sengaja penulis harus ada di sana, karena harus mengikuti Rakor LTNNU se-Jabar waktu itu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.