Dari Pameran Lukisan "Semesta 2022" Sukriyal Sadin di Galeri NW Art Space
VISI.NEWS | YOGYAKARTA - Sukriyal Sadin, seniman lukis yang biasa dipanggil oleh kawan-kawan senimannya,"Si Pelukis Gajah," adalah seniman asal Lampung kelahiran 22 September 1961, yang kini bermukim di Jakarta.
Kekagumannya pada gajah sebagai objek lukisannya, membawa ia pada sebutan itu, yang disematkan kalangan seniman padanya karena objek gajah sebagai objek satwa yang paling favorit ia buat, dan selain itu juga, lukis potret adalah kehandalan spesial yang menjadi keunggulan dirinya.
Malang melintang di dunia lukis potret sejak tahun 1983 hingga 1986 di Saudi Arabia, telah membuat Sukriyal Sadin memiliki rekam jejak yang tak bisa dianggap sepele. Ia aktif berpameran sudah mulai sejak tahun 1990.
Memboyong 24 karya-karyanya ke Yogyakarta, Sukriyal Sadin mantap menunjukan hasil karya lukisnya dalam pameran di NW Art Space, yang dibuka untuk umum sejak 25 Oktober 2022 lalu di Galeri NW Art Space, Jalan Karanglo Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Pembukaan pameran dari pelukis Sukriyal Sadin di NW Art Space Yogjakarta ini, berjalan dengan suasana riang gembira, dengan banyak pengunjung pada sesi pembukaan pamerannya.
Pameran lukisan karya Sukriyal Sadin ini di buka oleh Dr. Oei Hong Djien, dan banyak dihadiri para kolega senimannya, dimana nama-nama para seniman yang hadir ini, memiliki reputasi seniman top Indonesia, seperti, Bli Putu Sutawijaya, Dibyo, Klowor Waldiyono, Gusmen Heriadi, Sitok Srengenge, Godod Sutejo, Laila Tifah, Budi Ubrux Haryono, Wiliam Robert, Taat Joeda, Ridwan Manantik, dan masih banyak seniman beken lainnya yang hadir saat itu.
Pembukaan pameran Sukriyal Sadin dalam alunan suara rintik hujan di NW Art Space, tak menyurutkan antusias pengunjung yang hadir, bahkan tetesan hujan rintik itu, malah memberi kesan romantis yang menghantarkan pembukaan pameran yang bertajuk," Semesta 2022, " di NW Art Space, yang di kuratori oleh Seniman A'ak Nurjaman, seorang seniman asal Tasikmalaya yang telah bermukim lama di Yogyakarta ini, berjalan dengan penuh kehangatan dan kegembiraan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!