Dari Masjidil Haram Mekkah, Kang DS Ucapkan Selamat Idulfitri 1 Syawal 1445 Hijriah
- Bupati Dadang Supriatna, "Mohon maaf lahir dan bathin. Sucikan hati di hari Fitri menuju kemenangan Bandung Bedas hakiki".
VISI.NEWS | MEKKAH - Bupati Bandung Dadang Supriatna baik atas nama pribadi, keluarga maupun Pemerintah Kabupaten Bandung mengucapkan taqobballohu minna waminkum shiyaamanaa washiyaamakum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 Hijriah.
"Mohon maaf lahir dan bathin. Sucikan hati di hari Fitri ini untuk menuju kemenangan Bandung Bedas yang hakiki. Saya haturkan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Bandung dalam kondisi aman dan kondusif dan juga terkendali. Ini semua karena kita terkomunikasikan dan hasil kerjasama yang baik antara TNI dan Polri," kata Bupati Dadang Supriatna di Masjidil Haram, Mekkah, Selasa (9/4/2024).
Kang DS, demikian ia biasa disapa, tengah menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci Mekkah Arab Saudi pada bulan suci Ramadan 1445 Hijriah.
Bupati Bandung mengungkapkan bahwa kekompakan Forkopimda Kabupaten Bandung terus terjalin. "Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Kapolresta Bandung dan Pak Dandim 0624/Kabupaten Bandung yang sudah bisa menjaga kondisi arus mudik, yang tentunya bisa berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya.
Selama ini, imbuh Bupati Bandung, bahwa pihaknya terus berkomunikasi dan meminta kepada para camat sebagai kepala wilayah untuk tetap berada di tempat.
"Walaupun Pak Camatnya, dikatakan pergi mudik disaat memasuki masa libur Lebaran, tentunya ada yang piket dan tidak meninggalkan tempat. Sehingga kebutuhan masyarakat yang sifatnya urgent, bisa tetap terlayani. Saya akan terus memantau para camat di lapangan, untuk tetap siaga di lapangan karena para camat harus bertangungjawab keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat, walaupun dalam kondisi libur atau cuti nasional. Ketika ada keluhan masyarakat bisa segera ditangani," tutur Bupati Bedas ini.
Kang DS mengatakan bahwa makna Lebaran ini merupakan suatu puncak setelah ibadah puasa Ramadan selama satu bulan. "Satu bulan (Ramadan) penuh kita laksanakan, ini merupakan suatu pendidikan bagi saya sendiri dalam kontek pengisian mental dan juga pelayanan tentunya bisa diimplementasikan apa yang telah kita lakukan selama satu bulan. Ini bisa dilakukan pada bulan-bulan berikutnya untuk menuju ketakwaan," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!