Dampak Kenaikan Tarif Cukai, Konsumsi Rokok Murah Meningkat
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 25 Januari 2025 | 22:25 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Industri rokok di Indonesia tengah menghadapi tren baru, yakni konsumen yang beralih ke rokok berharga lebih murah atau dikenal sebagai downtrading. Tren ini dikonfirmasi oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan sebagai dampak dari kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang berlangsung setiap tahun.
"Downtrading itu memang faktor dari kebijakan tarif selama ini," kata Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani, Sabtu (25/1/2025).
Menurut Askolani, Bea Cukai akan memantau tren ini secara ketat untuk memastikan bahwa peralihan ke produk rokok murah terjadi secara alami, bukan akibat manipulasi produsen demi menghindari tarif cukai.
"Downtrading kalau itu memang murni ekonomi tidak bisa kita lawan, tapi itu dengan kemudian melakukan yang tidak pas, salah personifikasi, salah peruntukan itu yang akan kami tindak," ujarnya.
Selain pengawasan, tren ini menjadi bahan evaluasi dalam merumuskan kebijakan tarif cukai di masa mendatang. Pemerintah telah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif cukai pada 2025, sebagaimana disepakati dalam RAPBN 2025 yang telah disetujui DPR pada September 2024.
"Posisi pemerintah untuk kebijakan CHT 2025 belum akan dilaksanakan," kata Askolan.
"Kebijakan CHT 2025 ini tentunya bisa mempertimbangkan down trading, yaitu dari perbedaan antara rokok golongan I dengan golongan III," tambahnya.
Meski tarif cukai tidak naik, pemerintah tetap membuka opsi lain, seperti penyesuaian harga jual rokok di tingkat industri. Langkah ini akan dikaji lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan untuk memastikan kebijakan yang tepat dan adil.
"Pemerintah akan melihat alternatif kebijakan lainnya yaitu penyesuaian harga jual di tingkat industri. Tentunya akan di-review dalam beberapa bulan ke depan untuk dipastikan kebijakan yang akan ditetapkan pemerintah," imbuhnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!