Dadang Naser Minta Barantin Fokus Memperkuat Komoditas Ekspor

Desi Rossilawati
Rabu, 20 November 2024 | 06:21 WIB
Bagikan
Dadang Naser Minta Barantin Fokus Memperkuat Komoditas Ekspor
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Dadang Naser menyebut bila peran Badan Karantina Indonesia (Barantin) yang bertugas untuk menyelenggarakan perkarantinaan pertanian dan pengawasan keamanan hayati sudah baik. Meski begitu, Dadang meminta kepada Barantin untuk mengingatkan visi misi Presiden mengenai Kemandirian Pangan untuk lebih memperkuat komoditas ekspor dibanding impor. "Jadi jangan tergantung impor saja, kita memperkuat komoditas ekspor juga nah ini jadi pekerjaan rumah juga untuk Badan Karantina itu sendiri," kata Dadang kepada Wartawan, Selasa (19/11/2024). Dadang mengakui ada beberapa komoditas yang memang kita masih membutuhkan untuk impor salah satunya adalah sapi pedaging. Namun, Dadang meminta kepada pemerintah jangan terlena untuk terus menerus melakukan impor daging sapi. Selain mengenai daging sapi, terkait dengan susu sapi juga jangan hanya mengandalkan impor saja namun sudah perlu menyiapkan untuk melakukan penguatan komoditas misal dengan memperkuat teknologi pertanian di Indonesia untuk mengurangi impor. "Nah, berarti teknologi harus masuk di petani, petani harus bikin tepung susu karena yang diimpor juga kan susu tepung ya istilah lainnya susu bubuk, untuk di Bandung saya sampaikan, susu perah per liter per ekornya sudah bisa menghasilkan 60 liter untuk Satu sapi itu sapi unggul yang didatangkan dari Melbourne dan New Zealand yang dikelola oleh KPBS, Koperasi Bandung Selatan, dan UPBS (ultrajaya)," ujarnya. "Tinggal pemerintahan nanti menekan bagaimana impor berapa, dalam negeri berapa. jangan sampai dari impor mahal tapi setelah masuk dalam negeri jadi murah itu untuk masalah susu," sambungnya. Politisi Golkar tersebut menyampaikan contoh komoditas lain yang perlu untuk dimaksimalkan melakukan ekspor adalah komoditas kentang. Dadang menyebut bila untuk soal bibit kentang kita sudah bisa mandiri dan itu petani sudah bisa bikin sendiri. Baik kentang varietas atlantik maupun kentang varietas granola. "Kentang Atlantik itu untuk industri, artinya ya industri harus adil dan industri bikin bibit dibudidayakan oleh petani, terima lagi oleh mereka dengan harga yang seimbang, yang pantas dan jangan sampai atletik kalah dengan harga kentang granola yang untuk sayur mayur," imbuhnya. Menutup pernyataanya, Dadang menyatakan penting untuk pemerintah meningkatkan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian para petani. Selain itu, Dadang juga meminta pemerintah turut melibatkan akademisi dan praktisi untuk memperkuat teknologi pertanian tersebut sehingga komoditas ekspor bisa lebih dilakukan secara lebih maksimal. "Nah pintunya kan lewat karantina jadi karantina ini yang mengkoordinasikan, kalau istilah saya sabilulungan dengan seluruh stakeholder, dengan seluruh dinas itu diperlukan," tutupnya. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.