Cuaca Bandung 18 Agustus 2026: Berawan hingga Cerah, Suhu Capai 31 Derajat
Sementara itu, kawasan Cibeunying Kidul, Cibeunying Kaler, Sumur Bandung, Antapani, Kiaracondong, hingga Bandung Kidul diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan. Suhu maksimum di sejumlah kawasan tersebut dapat mencapai 30-31 derajat Celsius.
Untuk wilayah Buahbatu, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan suhu 18-31 derajat Celsius dan kelembapan 39-98 persen. Adapun Rancasari diperkirakan cerah berawan dengan suhu 18-31 derajat Celsius.
Wilayah Arcamanik, Cibiru, Ujungberung, Gedebage, Panyileukan, dan Cinambo juga diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Suhu udara di kawasan tersebut secara umum berada pada kisaran 17-30 derajat Celsius.
Namun, masyarakat di sejumlah wilayah tetap perlu mengantisipasi kemungkinan hujan. Dalam prakiraan BMKG, beberapa kecamatan seperti Babakan Ciparay, Regol, Bojongloa Kidul, Bandung Kidul, Buahbatu, Cibiru, dan Ujungberung tercatat berpotensi mengalami hujan ringan pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Secara keseluruhan, pola cuaca Bandung dalam beberapa hari setelah 18 Agustus menunjukkan kecenderungan dari kondisi berawan dan cerah berawan menuju cuaca yang lebih cerah. Pada 19 Agustus, sejumlah wilayah masih berpotensi hujan ringan, sedangkan mulai 20 hingga 25 Agustus banyak kecamatan diprakirakan mengalami cuaca berawan hingga cerah.
BMKG juga mencatat suhu maksimum di beberapa kecamatan dapat mencapai 31 derajat Celsius pada periode tersebut. Kelembapan udara tetap relatif tinggi, terutama pada malam hingga pagi hari.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada Selasa, 18 Agustus 2026, disarankan tetap memantau perkembangan prakiraan cuaca BMKG. Kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu sehingga informasi terbaru penting diperhatikan, khususnya bagi warga yang melakukan perjalanan, kegiatan luar ruangan, maupun aktivitas lainnya.
Prakiraan cuaca BMKG tersebut merupakan gambaran kondisi atmosfer berdasarkan data dan pemodelan yang tersedia. Untuk memperoleh informasi yang lebih spesifik sesuai lokasi dan waktu aktivitas, masyarakat dapat memantau pembaruan resmi BMKG secara berkala.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!