Cuaca 17 Bandara Indonesia Hari Ini, Sumatra dan Papua Waspada Hujan

ED
PN
Kamis, 10 September 2026 | 05:19 WIB
Bagikan
Cuaca 17 Bandara Indonesia Hari Ini, Sumatra dan Papua Waspada Hujan

VISI.NEWS — Kondisi cuaca di sejumlah bandara utama Indonesia pada Kamis (10/9/2026), menunjukkan perbedaan cukup mencolok antarwilayah. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah bandara di Sumatra dan Papua perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Sementara itu, sebagian besar bandara di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara cenderung berada dalam kondisi cerah, cerah berawan, atau berawan.

Perbedaan kondisi tersebut sejalan dengan prakiraan cuaca BMKG yang menunjukkan wilayah Sumatra dan Papua masih berpeluang mengalami peningkatan curah hujan, sedangkan Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara secara umum masih dipengaruhi kondisi yang relatif kering pada periode awal September. Meski demikian, hujan lokal tetap berpeluang terjadi di sejumlah daerah.

Di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Aceh, cuaca menjadi salah satu yang perlu mendapat perhatian paling serius. BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat yang berpotensi disertai angin kencang. Kondisi tersebut masuk dalam kategori peringatan dini siaga cuaca ekstrem sehingga pengguna jasa penerbangan perlu mencermati informasi terbaru sebelum melakukan perjalanan.

Kondisi serupa berpotensi terjadi di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara. Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpeluang terjadi, terutama pada siang hingga malam hari. Cuaca seperti ini dapat menyebabkan perubahan kondisi operasional penerbangan sehingga penumpang disarankan memantau informasi dari maskapai dan pengelola bandara.

Bandara Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatra Barat, diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang dan terdapat potensi angin kencang. Sementara itu, Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau, berpotensi mengalami hujan intensitas sedang secara sporadis.

Bergerak ke Kepulauan Riau, Bandara Hang Nadim di Batam secara umum diprakirakan berawan. Namun, hujan ringan hingga sedang secara lokal masih berpeluang terjadi. Potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di kawasan tersebut.

Berbeda dengan sejumlah bandara di Sumatra, kondisi di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, cenderung lebih stabil. Cuaca diprakirakan dominan cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, terdapat potensi udara kabur tipis atau haze pada pagi hari serta angin kencang secara lokal.

Di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, cuaca diprakirakan cerah berawan pada siang hari. Hujan ringan lokal dengan durasi singkat masih berpeluang terjadi pada sore hingga malam hari.

Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, diprakirakan mengalami kondisi panas dan kering dengan cuaca cerah berawan. Namun, kawasan tersebut tetap perlu mewaspadai potensi angin kencang.

Sementara itu, Bandara Kulonprogo atau Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, diprakirakan didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan. Kondisi udara cenderung kering, sesuai karakteristik musim kemarau yang masih berlangsung.

Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, juga diprakirakan berada dalam kondisi cerah berawan. Kondisi tersebut relatif kondusif bagi aktivitas penerbangan, meski BMKG tetap mengingatkan adanya potensi angin kencang di sekitar wilayah pesisir.

Memasuki wilayah Bali dan Nusa Tenggara, cuaca relatif kering juga masih mendominasi. Bandara I Gusti Ngurah Rai di Badung, Bali, diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan dan kering. Kendati demikian, potensi angin kencang tetap perlu diantisipasi, termasuk di jalur pendekatan landasan.

Bandara Zainuddin Abdul Madjid di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan dengan tiupan angin yang cenderung kencang.

Di Labuan Bajo, Bandara Komodo diprakirakan mengalami cuaca cerah dan kering. Kondisi tersebut secara umum mendukung jarak pandang visual penerbangan. Namun, potensi angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Timur tetap menjadi perhatian.

Sementara itu, Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, Kalimantan Timur, diprakirakan mengalami kondisi berawan. Tiupan angin kencang secara periodik masih berpotensi terjadi.

Di Sulawesi Selatan, Bandara Sultan Hasanuddin di Maros diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan ringan yang terjadi tidak merata. Potensi angin kencang di sekitar wilayah Maros-Makassar juga perlu diwaspadai.

Bandara Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, diprakirakan berawan. Meski tidak menjadi wilayah dengan prakiraan hujan ekstrem dalam rangkuman tersebut, BMKG tetap memasukkan kawasan ini dalam area yang perlu mewaspadai potensi angin kencang.

Kondisi yang lebih basah diprakirakan terjadi di Bandara Sentani, Jayapura, Papua. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada waktu tertentu. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena hujan dapat berdampak terhadap jarak pandang atau visibility, terutama ketika pesawat melakukan proses pendaratan.

Secara keseluruhan, prakiraan cuaca di 17 bandara tersebut memperlihatkan pola yang beragam. Bandara-bandara di Sumatra menjadi wilayah yang relatif lebih berisiko terhadap hujan dan angin kencang, dengan kondisi paling signifikan diprakirakan terjadi di Aceh. Papua juga perlu mewaspadai hujan yang berpotensi memengaruhi jarak pandang penerbangan.

Sebaliknya, sejumlah bandara di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara cenderung mengalami cuaca cerah, cerah berawan, atau berawan. Namun, kondisi kering tersebut bukan berarti seluruh wilayah bebas dari gangguan cuaca karena angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal.

Dari sisi operasional penerbangan nasional, BMKG sebelumnya mengonfirmasi hasil paper test negatif terhadap abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di delapan bandara yang sempat terdampak. Dengan hasil tersebut, bandara-bandara terkait dapat kembali beroperasi, sementara pemerintah tetap melakukan langkah mitigasi dan pemantauan terhadap potensi dampak aktivitas vulkanik.

Bagi calon penumpang yang terbang pada Kamis, 10 September 2026, perubahan cuaca tetap perlu diperhatikan karena hujan lebat, petir, angin kencang, maupun penurunan jarak pandang dapat memengaruhi proses penerbangan. Penumpang disarankan memeriksa informasi terbaru dari maskapai dan pengelola bandara sebelum berangkat, terutama bagi penerbangan dari atau menuju wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem.

Prakiraan cuaca BMKG bersifat dinamis dan dapat diperbarui mengikuti perkembangan kondisi atmosfer. Karena itu, informasi cuaca pada hari keberangkatan sebaiknya kembali diperiksa secara berkala untuk mengetahui perubahan terbaru di masing-masing bandara.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.