Como Terbang Tinggi di Serie A, Identitas Lokal Terpinggirkan di Era Fabregas

ED
Sabtu, 7 Februari 2026 | 15:00 WIB
Bagikan
Como Terbang Tinggi di Serie A, Identitas Lokal Terpinggirkan di Era Fabregas

VISI.NEWS|BANDUNG -Kebangkitan Como 1907 sebagai tim promosi tak bisa dipandang sebelah mata. Bermain berani, rapi, dan disiplin, klub asal Lombardia itu mampu menahan bahkan menantang tim-tim mapan Serie A. Sentuhan Cesc Fabregas di sisi teknis membawa identitas permainan modern yang menuai pujian.

Namun, euforia tersebut dibayangi kegelisahan lain. Dalam dua pertandingan terakhir kontra Fiorentina pada 28 Januari dan Atalanta pada 1 Februari, Como menurunkan susunan pemain inti tanpa satu pun pemain berkewarganegaraan Italia. Fenomena ini langsung memicu diskusi luas soal arah proyek klub dan kontribusinya terhadap regenerasi sepak bola nasional.

Berdasarkan data menit bermain yang tercatat di Transfermarkt, kehadiran pemain Italia di skuad utama Como memang sangat minim. Situasi ini membuat identitas klub dipertanyakan, terutama di tengah krisis talenta lokal yang kerap disorot FIGC dan pemerhati sepak bola Italia.

Fabregas tidak menampik adanya ketimpangan tersebut. Ia menyebut kondisi ini sebagai konsekuensi dari kebutuhan taktis tim dalam persaingan Serie A yang menuntut kesiapan instan.

“Di Italia, jika Anda memainkan pemain muda dan dia tidak langsung meyakinkan, Anda akan mengeluarkannya,” ujar Fabregas, dikutip dari Football Italia.

Mantan gelandang Arsenal dan Barcelona itu menegaskan pendekatannya berbeda, terutama dalam menilai pemain muda.

“Jika saya percaya pada seorang pemain muda, dia akan bermain setidaknya tujuh atau delapan pertandingan sehingga saya dapat menilainya dengan benar,” kata Fabregas.

Meski demikian, keterbatasan pemain lokal bukan berarti Como menutup diri. Fabregas mengklaim pihaknya aktif mencari talenta Italia bersama direktur olahraga, Ludi. Masalahnya, peta persaingan pasar membuat ruang gerak Como sangat sempit.

Banyak pemain muda potensial Italia telah diamankan klub-klub besar dengan kontrak jangka panjang. Kondisi itu memaksa Como mengambil jalur lain, yakni membangun dari dalam.

Akademi menjadi tumpuan utama proyek jangka panjang klub. Hasilnya mulai terlihat di level usia muda. Tim U-19 Como saat ini memimpin klasemen Primavera 2 dengan raihan 37 poin dari 16 pertandingan, mencetak 36 gol dan hanya kebobolan 15 kali.

Di tengah pujian atas performa tim utama, Como kini berdiri di persimpangan penting. Kesuksesan jangka pendek telah diraih, namun pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan identitas lokal tidak sepenuhnya hilang dalam perjalanan menuju elite Serie A.

Caption Foto: Tragedi identitas Como 1907 terlihat di Stadion Giuseppe Sinigaglia saat laga Serie A melawan Atalanta, Como, 1 Februari 2026, ketika tim tuan rumah menurunkan starting XI tanpa pemain Italia.@fajar

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.