Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Cokelat Dubai di Jerman: Pengadilan Larang Penjualan yang Bukan Asli dari Dubai

Desi Rossilawati
Kamis, 16 Januari 2025 | 22:25 WIB
Bagikan
Cokelat Dubai di Jerman: Pengadilan Larang Penjualan yang Bukan Asli dari Dubai
VISI.NEWS | JERMAN - Pemerintah Jerman mengeluarkan keputusan penting terkait penjualan cokelat Dubai, dengan pengadilan di kota Cologne melarang penjualan produk cokelat Dubai yang tidak benar-benar berasal dari Dubai. Keputusan ini diambil karena adanya kekhawatiran soal keaslian produk yang dijual dengan nama "Cokelat Dubai". Beberapa produk yang dijual dengan label ini ternyata berasal dari negara lain, seperti cokelat Alyan Dubai Chocolate yang dijual oleh supermarket Aldi, yang ternyata diproduksi di Turki. Kasus ini bermula dari keluhan Andreas Wilmers, seorang importir cokelat Dubai merek Fix Chocolatier, yang merasa dirugikan oleh penggunaan nama "Cokelat Dubai" oleh produk-produk dari supermarket lokal di Jerman. Wilmers mengajukan keluhan terhadap Aldi, Lidl, dan bahkan produsen cokelat Swiss, Lindt, yang juga menjual produk serupa. Aldi sendiri membantah tuduhan tersebut dengan alasan bahwa mereka tidak berniat menipu konsumen, karena kemasan produk sudah mencantumkan asal produk yang jelas. Namun, pengadilan Cologne tidak setuju dengan argumen tersebut dan menegaskan bahwa nama "Cokelat Dubai" harus mencerminkan asal usul produk. Keputusan ini dipandang sebagai langkah untuk menjaga keaslian dan kepercayaan konsumen terhadap produk dengan nama geografis tertentu. Saat ini, Aldi memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut jika ingin melanjutkan penjualan produk dengan nama tersebut di pasar Jerman. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.