Cina Semakin Unggul dalam Dunia Robotika
VISI.NEWS | BANDUNG - Cina semakin menunjukkan dominasinya dalam dunia robotika global, dengan kemajuan pesat baik dalam aspek penelitian, produksi, maupun penerapan teknologi robot di berbagai sektor. Berdasarkan data Federasi Robotika Internasional (IFR) tahun 2024, Cina telah menjadi negara dengan jumlah robot industri terbanyak di dunia, mencapai lebih dari 1,2 juta unit yang beroperasi di sektor manufaktur, otomotif, hingga logistik.
Kemajuan Cina dalam robotika tidak lepas dari dukungan kuat pemerintah. Sejak peluncuran inisiatif "Made in China 2025", pemerintah Tiongkok menargetkan untuk menjadi pemimpin global dalam bidang teknologi canggih, termasuk robotika dan kecerdasan buatan. Investasi besar-besaran dilakukan dalam bentuk insentif fiskal, pembangunan zona teknologi tinggi, dan kerja sama antara universitas dan industri.
Salah satu tonggak penting adalah digelarnya World Robot Conference 2024 di Beijing, yang mempertemukan lebih dari 300 perusahaan dari seluruh dunia. Dalam acara tersebut, perusahaan-perusahaan Cina seperti Huawei Robotics, DJI, dan UBTech memperkenalkan robot-robot canggih dengan kemampuan penglihatan mesin, mobilitas tinggi, dan interaksi sosial berbasis AI.
Kronologi kebangkitan Cina di bidang robotika dapat ditelusuri sejak awal 2010-an, ketika mereka mulai memproduksi robot industri secara massal dan mengakuisisi perusahaan robotik di Eropa dan Jepang. Pada tahun 2017, China berhasil menyalip Korea Selatan dalam hal pemasangan robot industri baru per tahun, dan tren tersebut terus meningkat hingga sekarang.
Tidak hanya di industri berat, robot Cina juga semakin banyak digunakan dalam sektor jasa dan rumah tangga. Contohnya, robot pelayan dan robot keamanan kini menjadi pemandangan umum di pusat perbelanjaan dan hotel-hotel besar di kota seperti Shanghai dan Shenzhen. Bahkan, rumah sakit-rumah sakit di Cina telah memanfaatkan robot medis untuk asistensi bedah dan distribusi obat secara otomatis.
Keunggulan Cina juga terlihat dari jumlah paten robotik yang mereka hasilkan. Berdasarkan laporan World Intellectual Property Organization (WIPO), pada tahun 2023, lebih dari 35% paten global di bidang robotika diajukan oleh perusahaan dan institusi riset dari Cina, mengungguli AS dan Jepang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!