Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

China Peringatkan Negara-Negara yang Bernegosiasi Tarif dengan AS

Desi Rossilawati
Senin, 21 April 2025 | 21:45 WIB
Bagikan
China Peringatkan Negara-Negara yang Bernegosiasi Tarif dengan AS
VISI.NEWS | CHINA - Pemerintah China mengeluarkan peringatan tegas kepada negara-negara yang tengah menjajaki negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat. Beijing menekankan bahwa kesepakatan dagang dengan AS tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan kepentingan China. Peringatan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan kebijakan tarif resiprokal terhadap berbagai negara sejak awal April, dengan tarif mencapai lebih dari 10 persen. Kebijakan tersebut dikabarkan mendapat penundaan selama 90 hari untuk sejumlah mitra dagang. "China menghormati semua pihak yang menyelesaikan perbedaan ekonomi dan perdagangan dengan AS melalui konsultasi dengan kedudukan yang setara, tetapi akan dengan tegas menentang pihak mana pun yang mencapai kesepakatan dengan mengorbankan China," ujar Kementerian Perdagangan China, seperti dikutip Reuters. Beijing juga menegaskan kesiapannya untuk memberikan tindakan balasan secara tegas dan proporsional jika ada negara yang tunduk pada tekanan Washington dengan cara membatasi hubungan dagang dengan Tiongkok demi mendapatkan keringanan tarif dari AS. Menurut laporan sebelumnya, pemerintahan Trump tengah merancang strategi untuk menekan negara-negara mitra dagang agar mengurangi interaksi ekonomi dengan China, sebagai syarat mendapatkan pengecualian tarif atau insentif lain. Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menyatakan sekitar 50 negara telah membuka dialog terkait kebijakan tersebut. Beberapa negara, seperti Jepang dan Indonesia, dilaporkan telah mempertimbangkan peningkatan impor komoditas dari AS sebagai bagian dari pembicaraan bilateral. Namun langkah ini dipandang Beijing sebagai bentuk ancaman terhadap tatanan perdagangan global yang adil. Presiden China Xi Jinping, dalam kunjungan ke Asia Tenggara pekan lalu, menyerukan penguatan solidaritas regional dan menolak segala bentuk intimidasi dagang. “Tidak ada pemenang dalam konflik dagang maupun tarif,” tulis Xi dalam artikel yang dimuat di media Vietnam, tanpa menyebut AS secara langsung. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.