China Boikot Pesawat Boeing, Ketegangan Dagang dengan AS Makin Memanas
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 16 April 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | CHINA - Hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China kembali memanas, dan kali ini dunia aviasi ikut terkena imbasnya. Pemerintah China dikabarkan telah memerintahkan maskapai penerbangan domestik untuk menghentikan penerimaan pengiriman pesawat buatan Boeing, produsen pesawat asal AS.
Langkah ini merupakan bagian dari respons atas kebijakan tarif impor tinggi yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump menurut laporan Bloomberg News, Selasa (15/4/2025). Selain menghentikan pengiriman pesawat, maskapai-maskapai di China juga diminta menunda pembelian suku cadang dan peralatan pesawat yang berasal dari perusahaan Amerika.
Keputusan ini muncul setelah AS mengenakan tarif impor hingga 145 persen terhadap produk-produk asal China. Sebagai balasan, China menerapkan tarif hingga 125 persen terhadap barang-barang dari AS. Beijing mengecam kebijakan tersebut sebagai bentuk tekanan sepihak yang dinilai melanggar prinsip perdagangan internasional.
Tak hanya berpengaruh pada industri penerbangan global, kebijakan ini juga berpotensi menaikkan harga sewa pesawat bagi maskapai-maskapai yang saat ini masih menggunakan jet Boeing. Bloomberg bahkan menyebut, pemerintah China sedang mempertimbangkan pemberian insentif atau dukungan bagi maskapai lokal yang terdampak lonjakan biaya operasional akibat boikot ini.
Sementara itu, meskipun Presiden Trump pekan lalu sempat mengumumkan akan menunda kenaikan tarif tambahan, belum ada kebijakan konkrit yang ditujukan secara khusus untuk meringankan tekanan terhadap China. Sejauh ini, pengecualian tarif hanya diberikan untuk produk teknologi tertentu seperti ponsel, komputer, dan semikonduktor.
Langkah China ini menandai babak baru dalam konflik dagang dua raksasa ekonomi dunia, dan semakin mempertegas bahwa ketegangan tidak hanya berdampak pada produk konsumen, tapi juga menyentuh sektor strategis seperti penerbangan sipil. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!