Cerita Warga Sukabumi, Sempat Kesulitan Dapat Masker
Pembagian masker oleh Dinkes Kota Sukabumi ke pengendara dan pejalan kaki di depan Balai Kota Sukabumi. /visi.news/andri somantri
Menurutnya, abu menempel di kendaraan hingga pakaian. Saat dibersihkan, abu tersebut terasa sangat berdebu dan kasar.
"Sampai di baju aja rasanya pas kita gosok, ke bawah itu ngeres banget, ngeres banget," tuturnya.
Hingga Senin, abu vulkanik tersebut masih ditemukan di sekitar rumahnya. Deasti pun harus berulang kali membersihkan halaman karena abu kembali terlihat.
"Masih, masih ada. Jadi kayak enggak kelar-kelar aja gitu kita bersih-bersih. Sedikit-sedikit kita nyapu, sedikit-sedikit kita siram pakai air di depan rumah," katanya.
Kondisi itu membuat Deasti semakin waswas. Terlebih, ia memiliki anak yang masih berusia satu tahun sehingga memilih membatasi aktivitas sang anak di luar rumah.
"Betul, saya punya anak, anak kecil satu tahun itu jadi kayak, ah entar dulu jangan dulu dibawa ke luar," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!