Cerita Warga Sukabumi, Sempat Kesulitan Dapat Masker
Pembagian masker oleh Dinkes Kota Sukabumi ke pengendara dan pejalan kaki di depan Balai Kota Sukabumi. /visi.news/andri somantri
VISI.NEWS - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Ketika abu menyebar, masker banyak dicari, hingga sempat sulit didapatkan.
Seperti yang dialami Deasti (31), warga Desa Karawang, Kecamatan Sukabumi. Pada Minggu (6/9/2026) malam, dirinya mencari masker ke sejumlah apotek di kawasan Jalan Selabintana, Sukabumi, namun masker yang dicarinya tidak tersedia.
Bahkan, kata Dea, apotek memasang pemberitahuan bahwa berbagai jenis masker telah habis terjual.
"Semalam saya nyari masker, dari mulai Jalan Selabintana, beberapa apotek itu sampai dikasih tulisan, 'semua jenis masker habis'," ujar Deasti.
Deasti akhirnya mendapatkan masker gratis saat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi membagikan masker kepada masyarakat.
"Alhamdulillah dapat masker gratis," katanya.
Bagi Deasti, masker menjadi penting untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Karena itu, ia juga tengah memesan masker secara online untuk persediaan.
Di sisi lain, rumahnya yang berada di kawasan Selabintana juga tak luput dari paparan abu vulkanik.
Menurutnya, abu menempel di kendaraan hingga pakaian. Saat dibersihkan, abu tersebut terasa sangat berdebu dan kasar.
"Sampai di baju aja rasanya pas kita gosok, ke bawah itu ngeres banget, ngeres banget," tuturnya.
Hingga Senin, abu vulkanik tersebut masih ditemukan di sekitar rumahnya. Deasti pun harus berulang kali membersihkan halaman karena abu kembali terlihat.
"Masih, masih ada. Jadi kayak enggak kelar-kelar aja gitu kita bersih-bersih. Sedikit-sedikit kita nyapu, sedikit-sedikit kita siram pakai air di depan rumah," katanya.
Kondisi itu membuat Deasti semakin waswas. Terlebih, ia memiliki anak yang masih berusia satu tahun sehingga memilih membatasi aktivitas sang anak di luar rumah.
"Betul, saya punya anak, anak kecil satu tahun itu jadi kayak, ah entar dulu jangan dulu dibawa ke luar," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!