Cerita Hikmah di Bulan Rajab, Wanita yang Istiqomah Membaca Al-Ikhlas
VISI.NEWS | BANDUNG - Bulan Rajab merupakan salah satu bulan suci dalam kalender Islam yang memiliki keutamaan tersendiri. Banyak umat muslim yang beramal dengan melakukan puasa sunnah Rajab sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Namun, tidak hanya puasa, ada juga amalan lain yang sangat dianjurkan di bulan Rajab, yaitu membaca surat Al-Ikhlas.
Surat Al-Ikhlas adalah surat ke-112 dalam Al-Quran yang terdiri dari empat ayat. Surat ini mengandung makna tauhid yang sangat tinggi, yaitu pengakuan akan keesaan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda bahwa membaca surat Al-Ikhlas sama dengan sepertiga Al-Quran.
Ada sebuah kisah nyata yang menggambarkan betapa besar keutamaan membaca surat Al-Ikhlas di bulan Rajab. Kisah ini terdapat dalam kitab "Al-Fawaid al-Majmu'ah" karya Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah.
Dalam kitab tersebut dikisahkan ada seorang wanita yang istiqomah selalu membaca surat Al-Ikhlas di bulan Rajab. Ia selalu membaca Al-Quran di Baitul Maqdis setiap bulan Rajab menggunakan pakaian dari bulu kambing (kain wol).
Suatu hari, ia bertemu dengan seorang lelaki yang bernama Abu Bakar al-Siddiq. Lelaki itu bertanya kepada wanita tersebut, "Apakah engkau tahu apa yang engkau baca?" Wanita itu menjawab, "Ya, aku tahu. Aku membaca surat Al-Ikhlas yang mengandung makna keesaan Allah."
Abu Bakar al-Siddiq kemudian berkata, "Demi Allah, engkau benar. Aku adalah Abu Bakar al-Siddiq, sahabat Rasulullah SAW. Aku datang ke sini untuk menunaikan haji. Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang membaca surat Al-Ikhlas di bulan Rajab, maka Allah akan memberikan minuman kepadanya dengan minuman yang lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu."
Wanita itu terkejut mendengar perkataan Abu Bakar al-Siddiq. Ia berkata, "Aku tidak pernah mendengar hadis seperti itu. Apakah engkau yakin bahwa Rasulullah SAW bersabda demikian?" Abu Bakar al-Siddiq bersumpah dengan nama Allah bahwa ia tidak berdusta.
Wanita itu kemudian berkata, "Kalau begitu, aku akan meninggalkan membaca surat Al-Ikhlas dan membaca surat lain yang lebih panjang." Abu Bakar al-Siddiq heran dan bertanya, "Mengapa engkau ingin meninggalkan surat Al-Ikhlas yang memiliki keutamaan besar?"
Wanita itu menjawab, "Aku takut bahwa minuman yang engkau sebutkan itu akan membuatku kenyang dan mengurangi rasa hausku terhadap Allah. Aku ingin selalu merindukan Allah dan mencintai-Nya dengan sepenuh hati."
Abu Bakar al-Siddiq tercengang mendengar jawaban wanita itu. Ia berkata, "Demi Allah, engkau lebih berilmu daripada aku. Engkau lebih mengerti tentang hakikat tauhid daripada aku. Engkau lebih mencintai Allah daripada aku. Semoga Allah memberkati engkau dan memberimu surga tertinggi (Firdaus)."
Kisah ini menunjukkan betapa tingginya derajat wanita yang istiqomah membaca surat Al-Ikhlas di bulan Rajab. Ia tidak hanya mendapatkan pahala yang besar, tetapi juga memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Allah SWT. Semoga kita semua bisa mengikuti teladan wanita tersebut dan memanfaatkan bulan Rajab dengan sebaik-baiknya. Aamiin.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!