Cerita Hikmah Burung Pipit dan Sahabat Umar bin Khattab

ED
Minggu, 11 Februari 2024 | 05:40 WIB
Bagikan
Cerita Hikmah Burung Pipit dan Sahabat Umar bin Khattab

VISI.NEWS | BANDUNG - Di antara sahabat Nabi Muhammad yang akrab dengan julukan Amirul Mukminin adalah Umar bin Al-Khattab bin Nufail bin Adi bin ‘Abdul Uzza bin Riyah bin ‘Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Luai, Abu Hafsh Al-‘Adawi yang dijuluki Al-Faruq.

Ibunya bernama Hantamah binti Hisyam bin al-Mughirah. Ibunya adalah saudari tua dari Abu Jahal bin Hisyam. Umar bin Khattab adalah termasuk sahabat yang sudah dijamin surga sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari, Rasul pernah bercerita kepada Umar mengenai mimpi beliau, “Aku bermimpi berada di surga. Aku melihat ada seorang perempuan yang sedang berwudhu di samping sebuah istana. Aku bertanya, ‘Milik siapa istana ini?’ Ia menjawab, ‘Milik Umar bin Khattab’. Aku pun mengingat kecemburuan Umar, maka aku bergegas pergi.” Mendengar hal itu Umar pun menangis seraya berkata, “Apakah aku akan cemburu padamu wahai Rasulullah.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian bersabda, “Di antara umat-umat sebelum kalian ada orang-orang yang mendapat ilham. Seandainya ada orang yang seperti itu di umatku, niscaya ia adalah Umar bin Khattab.

Terjaminnya surga untuk Umar bin Khattab juga karena sikap kasih sayangnya kepada makhluk Allah. Dalam literasi pustaka, Umar bin Khatab dikenal sebagai orang yang rendah hati dan sederhana, dan sangat tegas terkait permasalahan agama. Di balik ketegasannya, tersimpan kasih sayang yang luar biasa terhadap makhluk hidup lain, salah satunya binatang.

Dikisahkan, seorang ulama bermimpi melihat Sayyidina Umar. Dalam mimpinya ulama tersebut bertanya kepadanya. “Wahai Amirul Mukminin, apa yang telah Allah lakukan terhadapmu?” “Allah telah memberikan sebuah pengampunan kepadaku,” jawab Sayyidina Umar. “Sebab apa Allah memberikan pengampunan tersebut, apakah karena kedermawananmu, apakah karena keadilanmu atau sebab zuhudmu?” tanya ulama tersebut kepada Umar dalam mimpinya.

“Ketika semua orang meletakkanku ke dalam liang lahat dan menutupiku dengan tanah, serta meninggalkanku satu per satu, kemudian datanglah dua malaikat yang sangat mengerikan, sehingga membuat badanku gemetar. Lalu keduanya pun mengangkat badanku serta mendudukanku. Mereka hendak menanyaiku. Sebelum sempat keduanya menanyaiku, terdengar suara tanpa rupa yang menghardik keduanya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.