Cendono Carnival: Perayaan Budaya yang Tetap Eksis Setelah Belasan Tahun

ED
Minggu, 28 Juli 2024 | 15:04 WIB
Bagikan
Cendono Carnival: Perayaan Budaya yang Tetap Eksis Setelah Belasan Tahun

VISI.NEWS | KAB. PASURUAN - Desa Cendono, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan terus mempertahankan tradisi Cendono Carnival, sebuah ajang pameran kesenian dan budaya dalam bentuk parade jalan raya yang sudah berlangsung selama belasan tahun. Acara tahun ini dilaksanakan di Lapangan Desa Cendono pada Minggu, (28/7/2024), dan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa.

Kepala Desa Cendono, Sanari, mengungkapkan bahwa Cendono Carnival telah ada sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa. Selama 11 tahun masa jabatannya, ia berupaya mempercantik acara ini, terutama dalam tampilan para peserta. "Dari desa mengalokasikan anggaran dana desa sebesar Rp 1 juta untuk masing-masing RT, sisanya silahkan swadaya sendiri," katanya.

Pada tahun ini, total 16 RT diundang untuk berpartisipasi dalam karnaval. Setiap RT diberikan kebebasan untuk menentukan tampilan yang akan mereka pertontonkan selama acara. Sanari menjelaskan bahwa seluruh peserta berkeliling desa dengan rute sejauh 10 kilometer, diiringi oleh parade sound system yang populer dengan istilah "Sound Horek". "Setiap jalan raya di Desa Cendoro kita putari biar warga ikut menyaksikan semua. Di belakangnya masing-masing peserta ada sound system horek sehingga makin ramai," jelasnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Agus Hari Wibawa, menyampaikan apresiasinya terhadap Desa Cendono yang terus mempertahankan Cendono Carnival sebagai event tahunan. Menurutnya, tidaklah mudah untuk mempertahankan sebuah budaya yang diwariskan turun temurun. "Sangat kami apresiasi karena Desa Cendono kompak dan berhasil menjadikannya sebagai event rutinan. Apalagi ini kebetulan juga berdekatan dengan momen Kemerdekaan RI, jadi suasana nya tambah meriah," ucapnya.

Agus berharap bahwa kesuksesan Cendono Carnival dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menggali potensi mereka masing-masing dan menjadikannya sebuah event yang menarik bagi banyak orang. "Karena saya yakin setiap desa punya mutiaranya sendiri-sendiri. Jadi mari kita gali sampai ketemu apa potensinya. Setelah itu baru kita bantu promosi," ungkapnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.