Cemas Keamanan Platform Kripto Pasca Peretasan hingga Nasib Harga Bitcoin
"Indonesia berhasil memperkuat posisinya di ruang aset digital global, terbukti dengan peringkat ketiga dunia untuk adopsi kripto pada 2024 menurut Chainalysis. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap ekosistem kripto Indonesia tetap kuat. Pasalnya, dengan kejelasan peraturan dan regulasi yang semakin matang, mekanisme adopsi aset digital menjadi semakin mudah untuk dilaksanakan. Hal ini tidak hanya mendorong pertumbuhan jumlah investor, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih aman dan transparan bagi semua pelaku industri kripto," tambahnya.
Langkah Nyata untuk Menjaga Keamanan
Untuk menjaga kepercayaan, asosiasi bersama para anggotanya terus memperkuat standar keamanan melalui berbagai inisiatif, termasuk pemenuhan persyaratan ISO 27001 dan pendirian Disaster Recovery Centre (DRC). Selain itu, audit keamanan berkala dilakukan untuk meminimalisir potensi celah keamanan. Tokocrypto, salah satu exchange terkemuka, telah memperkuat sistem mereka dengan menggunakan teknologi cold wallet untuk menyimpan aset nasabah, yang jauh lebih aman dari potensi serangan siber.
"Kami telah memperluas penggunaan cold wallet untuk meminimalkan risiko peretasan, serta menerapkan multisignature wallets dan otentikasi multifaktor (MFA) untuk meningkatkan perlindungan aset dan akses pengguna," jelas Yudho.
Langkah ini menunjukkan komitmen Tokocrypto dalam menyediakan keamanan terbaik bagi nasabah mereka.
Selain itu, platform seperti Tokocrypto juga telah memperoleh sertifikasi keamanan internasional seperti ISO 27001 dan ISO 27017. Mereka juga memperkenalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan secara real-time, serta melakukan audit keamanan oleh pihak ketiga independen.
Pemilihan Pedagang Kripto yang Aman
Untuk para investor, Yudho memberikan saran agar mereka memilih pedagang kripto yang memiliki reputasi baik dan terdaftar di Bappebti. Sertifikasi keamanan seperti ISO 27001 dan penerapan teknologi keamanan tinggi menjadi indikator penting dalam memastikan keamanan aset nasabah. Investor juga disarankan untuk memeriksa mekanisme Proof of Reserve (PoR), yang memastikan cadangan aset sesuai dengan dana nasabah yang dimiliki dan terpisah dari kebutuhan operasional perusahaan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!