IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Catatan dari Ajang Lomba Penulisan Biografi Kiai Pesantren yang Digelar  PC RMI NU Kab. Bandung

ED
Senin, 31 Oktober 2022 | 10:06 WIB
Bagikan
Catatan dari Ajang Lomba Penulisan Biografi Kiai Pesantren yang Digelar  PC RMI NU Kab. Bandung

Beberapa hal ini ternyata luput di ceritakan dalam cara menuliskan biografi di ajang lomba penulisan biografi kiai. Bagaimanapun para santri tersebut patut kita acungkan jempol. Mereka telah sangat gagah dan penuh rasa cinta ingin mengkisahkan kiai pesantren yang mereka cintai untuk mereka tuliskan.

Tiada yang tim juri ragukan. Semangat para santri yang mengikuti ajang lomba ini sudah luarbiasa. Walau sedikit pesertanya, bukan berarti itu tiada. Bibit sudah di tanamkan, air untuk menyuburkan terus kita sirami. Kita tunggu hasil panennya.

Pesantren yang sudah berani mengkompetisikan para santrinya, untuk ikut ajang lomba yang di adakan PC RMI NU kita, adalah anak-anak santri harapan kita semua.

Adapun menang atau tidaknya para santri itu berkompetisi, insyaAllah, pesantrennya itu telah membuka pintu bagi terbangunnya semangat menulis, meneliti, dan melakukan pengkajian para kiai pesantrennya.

Harapan besarnya, penulis sangat ingin para santri terdorong dan terbangun kekritisannya, sehingga apa yang menjadi kekurangan di pesantren tersebut, bisa juga disuarakan, bukan untuk apa-apa, tapi sebagai rasa cinta dan kepeduliannya pada pesantrennya.

Sehingga ada semangat outokritik yang mampu membuat pesantren-pesantren di Kabupaten Bandung kita ini, menjadi pesantren yang selalu siaga, dan selalu melakukan pembenahan diri, tidak stagnan, dan kolot dalam mengikuti dinamika zaman yang dinamis berkembang, sehingga peran pesantren, tidak hanya mempersiapkan para ustad, kiai masa depan, namun juga mampu mencetak generasi muda kaum santri yang bisa mengikuti 'igelan,' zaman sesuai tantangannya kedepannya, Semoga!.***

  • Penulis, Juri Lomba 'Nadhom Alfiyah dan Baca Biografi Kiai Pesantren', Dosen DKV Tel-U Pembina UKM Comik Balka Tel-U, Ketua Komite SDN Sindangsari Baleendah, Ketua LTN NU kab Bandung, Ketua Bidang Badan Potensi Dewan Kemakmuran Masjid DMI kab Bandung, Pengurus PW RMI Jawa Barat, Anggota Divisi Media dan Informasi Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kab.Bandung.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.