Catatan dari Ajang Lomba Penulisan Biografi Kiai Pesantren yang Digelar PC RMI NU Kab. Bandung
Mencatatkan kisah para pendiri pesantren, dengan menuliskan kisah sepak terjang kiai tersebut dalam merintis, memperjuangkan, dan menghidupkan pesantren, merupakan kisah penuh proses yang pastinya ada hal getir, kisah perih pedih, keteguhan batin, semangat membaja, hati dan tekad yang pantang penyerah, dan dinamika yang menyertai prosesnya.
Yaa... itu bisa mereka para santri tuliskan, sebagai salah satu cara ia mencintai masyayikhnya, guru-gurunya, kiai-kiainya, dan memperkenalkan semangat juang yang sekiranya mampu menginspirasi, dan menjadikan teladan yang bisa diikuti dalam semangat juangnya.
Hal yang mesti di ingat dalam menuliskan biografi kiai pesantren; 1. Judul dan isi harus terus konsisten. 2. Berisi info awal dan akhir dari kiainya itu saat ia nyantri, berguru dan mesantren di mana saja, berapa tahun, apa yang didapat, dan pegangan yang jadi spesialisasinya, hingga pemikiran-pemikiran dan sepak terjangnya. 3. Kisah awal merintis pesantrennya. 4. Kisah perjuangan menghidupkan pesantrennya. 5. Kisah membangun kepercayaan untuk mendapatkan amanah mendidik santri dipesantrennya, dimulai dari berapa orang, dan berkembang sampai berapa banyak santrinya. 6. Pengembangan pesantrennya, dan ciri khas dari pesantrennya yang memiliki karakter seperti apa. 7. Kontribusi kiainya dalam bidang apa saja, kemasyarakatan/ di organisasi/ ormas / partai / dan memiliki kepercayaan menjabat apa saja selama masa hidupnya. 8. Menuliskan keturunannya kini. 9. Perkembangan pesantren setelah ketiadaannya. 10. Cita-cita besar yang sudah tercapai dan belum tercapai yang ingin beliau raih. 11. Penghargaan-penghargaan yang kiai itu dapat dari pihak-pihak lain sebagai bukti kontribusinya membangun peradaban dari dunia pesantren. 12. Jika ia dimakamkan, makamnya boleh difotokan, terletak dimana, dan seberapa jauh makamnya dari pesantrennya. 13. Adakah cara keturunannya mengingat pendiri pesantrennya. 14. Foto foto dokumentasi kiainya 15. Foto dan domentasi perkembangan pesantren dari masa ke masa. 16. Refrensi data yang di dapat
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!