Cara Mengatasi Penyakit Asam Urat: Tips dari Dr. Zaidul Akbar
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 25 Januari 2025 | 01:20 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Asam urat adalah senyawa kimia yang terbentuk ketika tubuh memecah purin, zat yang ditemukan dalam berbagai makanan dan minuman. Dalam kondisi normal, asam urat larut dalam darah dan dikeluarkan melalui ginjal. Namun, peningkatan produksi atau gangguan ekskresi asam urat dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat dalam darah, yang dikenal dengan kondisi hiperurisemia.
Hiperurisemia dapat menyebabkan terbentuknya kristal asam urat di persendian yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit, kondisi yang sering disebut gout atau asam urat. Oleh karena itu, penderita asam urat perlu menghindari makanan tertentu yang dapat memperburuk kondisinya.
“Asam urat pada dasarnya kan dari asal katanya ‘asam’ jadi terlalu banyaknya uric acid yang muncul di badan tentunya yang paling sering itu dari produk-produk yang mengandung lemak trans,” kata dokter Zaidul dalam akun Youtube pribadinya.
Untuk memperbaiki kondisi tubuh, ia merekomendasikan konsumsi pare dan sereh yang baik untuk tubuh, serta memperbanyak asupan air.
“Produk yang mengandung lemak trans saran saya itu disetop. Nah bagaimana cara memperbaikinya? Dengan pare dan sereh itu sangat baik. Lalu, air harus asup lebih banyak,” ujar Zaidul.
Selain itu, Zaidul juga menyarankan agar penderita asam urat mengurangi konsumsi makanan yang mengandung tepung, nasi, gula pasir, dan daging. Sebagai gantinya, konsumsi makanan yang bersifat basa, seperti kacang panjang dan seledri yang bisa diblender untuk membantu meringankan gejala asam urat.
Untuk pencegahan, Kemenkes RI menyarankan beberapa perubahan gaya hidup seperti banyak minum air untuk membantu ginjal bekerja dengan baik, berolahraga teratur untuk menjaga berat badan ideal, serta menghindari penggunaan obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar asam urat. Selain itu, penting untuk membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung purin tinggi, seperti daging merah dan alkohol, serta memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya antioksidan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!