Camat Pangalengan Luncurkan Program Patengan SML, Fokus Tekan Stunting hingga Jaga Lingkungan
PTPN menyalurkan 200 paket bantuan setiap bulan selama 6 bulan untuk keluarga terdampak stunting.
Sementara itu, dari kalangan komunitas, Yayasan Care menyalurkan 300 paket bantuan gizi untuk tiga desa, yaitu Margamukti, Margamekar, dan Banjarsari.
Selain stunting, program Patengan SML juga menyasar penanganan masalah kemiskinan, khususnya di wilayah perkebunan.
Menurut Vena, salah satu persoalan yang muncul adalah status pensiunan BUMN yang tidak tercantum dalam KTP. Akibatnya, banyak pensiunan tidak masuk data penerima bantuan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PTPN. Nanti status di KTP akan disesuaikan, tapi hak pensiunan tetap diterima tiap bulannya. Mudah-mudahan segera bisa dieksekusi,” ungkapnya.
Di bidang lingkungan, Kecamatan Pangalengan mendorong warga agar mengelola sampah sejak dari rumah. Caranya dengan membuat lubang biopori di pekarangan rumah, destinasi wisata, hingga kantor-kantor.
“Dengan begitu, sampah rumah tangga selesai di tempat. Ke TPS hanya sampah plastik saja yang dibawa,” ujar Vena.
Selain itu, pemerintah kecamatan juga menggencarkan gerakan penanaman pohon dengan menggandeng NGO Tapak Tiara. Bahkan, wisatawan yang berkunjung ke Pangalengan akan dihimbau untuk ikut menanam pohon.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!