Calon Walkot New York Janji Tangkap Netanyahu Jika Berkunjung
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 26 Juni 2025 | 19:00 WIB
VISI.NEWS | NEW YORK - Calon Wali Kota New York dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, kembali menarik perhatian publik usai mengungkapkan komitmennya untuk menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, apabila sang pemimpin berkunjung ke Kota New York dan dirinya sudah menjabat sebagai wali kota.
Pernyataan tegas itu ia sampaikan dalam wawancara bersama jurnalis Mehdi Hasan pada Desember 2024, yang kini kembali viral usai dikutip Al Jazeera, Rabu (25/6/2025).
"Sebagai wali kota, saya akan menangkap Netanyahu jika datang ke New York. Ini adalah kota yang nilainya sejalan dengan hukum internasional," ujar Mamdani saat itu.
Langkah tersebut disebutnya sebagai bentuk keselarasan antara prinsip dan tindakan, merespons surat perintah penangkapan yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas dugaan kejahatan perang Netanyahu dalam agresi militer Israel ke Gaza sejak Oktober 2023.
Mamdani, seorang Muslim berdarah India yang kini berusia 33 tahun, dikenal sebagai salah satu anggota legislatif paling vokal di AS dalam mengecam kebijakan Israel. Ia secara terbuka menyebut Israel telah melakukan genosida terhadap rakyat Palestina, serta mendukung penuh gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS).
Dalam kampanyenya, ia juga mengangkat slogan 'Globalize the Intifada,' yang menurutnya sering disalahartikan oleh kelompok konservatif sebagai ajakan kekerasan. Mamdani menegaskan bahwa maksud dari slogan tersebut adalah bentuk solidaritas global terhadap semua rakyat tertindas, bukan propaganda kekerasan.
Jika berhasil menang dalam pemilihan wali kota New York pada 4 November 2025 mendatang, Mamdani akan menjadi wali kota Muslim pertama keturunan India yang memimpin salah satu kota paling berpengaruh di dunia.
Reaksi terhadap pencalonannya pun muncul dari berbagai pihak, termasuk mantan Presiden AS Donald Trump yang terang-terangan menyatakan ketidaksukaannya. Dalam sebuah unggahan, Trump menyebut Mamdani sebagai 'komunis gila' dan memperingatkan publik soal kebijakan ekstrem yang diusungnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!