Calon Wali Kota Bandung Bahas Solusi Masalah Sampah dalam Debat Publik
ED
Editor
Shinta Dewi P
Kamis, 31 Oktober 2024 | 10:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Dalam Debat Publik Perdana Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung Tahun 2024, yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung di Grand Ballroom Sudirman pada Rabu malam (30/10/2024), empat pasangan calon menyampaikan gagasan mereka mengenai masalah sampah di Kota Bandung.
Pasangan nomor urut 1, Dandan Riza Wardhana-Arif Wijaya, mengusulkan penyelesaian isu sampah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah sekitar Bandung Raya, termasuk Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat, guna mengimplementasikan teknologi pengolahan sampah.
"Bisa saja dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) bareng-bareng, terserah nanti badaminya (diskusinya) gimana," kata Dandan, Rabu malam.
Calon wali kota Bandung nomor urut 2, Haru Suandharu, menyampaikan bahwa jika terpilih, dia akan memastikan pengelolaan sampah rumah tangga ditangani di tingkat kewilayahan. Untuk mencapai hal ini, Haru mengusulkan pengaktifan kembali Program Inovasi Pemberdayaan Pembangunan Kewilayahan (PIPPK) dan peningkatan anggarannya, dengan fokus pada penanganan masalah persampahan.
"Partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya harus ditingkatkan, harus selesai di tingkat RW. Untuk itu, kita memiliki gagasan mengaktifkan kembali PIPPK selektif. Dengan anggaran Rp 400 miliar, masalah sampah di tingkat pasti selesai. Zero waste harus diutamakan," ujar Haru.
Calon wali kota Bandung nomor urut 3, Muhammad Farhan, sependapat dengan Haru Suandharu bahwa penting bagi warga untuk mulai memilah sampah dari rumah. Farhan menambahkan bahwa akan ada skema terpisah untuk pengangkutan sampah organik dan non-organik, guna meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan sampah di Kota Bandung.
"1.700 ton produksi sampah per hari di Kota Bandung dan tentu penyelesaiannya harus dimulai dari rumah. Tapi kuncinya ada di pengangkutan. Sampah organik diangkut tanggal ganjil dan sampah non-organik diangkut tanggal genap. Masalahnya selama ini warga sudah capek memilah sampah, pas diangkut disatukan lagi. Jang naon dipilah ari diangkut disatukan deui (buat apa dipilah kalau diangkutnya disatukan lagi)," ucap Farhan.
Seperti halnya Haru dan Farhan, calon wali kota Bandung nomor urut 4, Arfi Rafnialdi, menekankan pentingnya pemilahan sampah dari rumah. Ia mengungkapkan bahwa banyak warga di Kota Bandung, termasuk di RW 07 Kelurahan Kebonpisang, telah berhasil mengelola sampah dari sumbernya. Arfi berkomitmen untuk lebih masif menyebarkan dan mensosialisasikan keberhasilan pemilahan sampah yang dilakukan di sejumlah RW kepada wilayah-wilayah lain yang belum menerapkan praktik serupa.
"Semoga semangat ini bisa kita tularkan ke RW-RW lainnya di Kota Bandung," tuturnya. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!