Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026

BYAN Buka Suara soal Rumor Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam

Desi Rossilawati
Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:29 WIB
Bagikan
BYAN Buka Suara soal Rumor Akuisisi 62,2% Saham oleh Haji Isam

Ilustrasi./visi.news/ist.

Berdasarkan data perusahaan, jumlah saham BYAN mencapai 33.333.335.000 saham. Jika 62,2% saham tersebut dihitung menggunakan harga penutupan BYAN pada perdagangan 18 Agustus 2026 sebesar Rp17.275 per saham, maka jumlah saham yang perlu dibeli sekitar 20,73 miliar saham.

Secara matematis, nilai pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp358,17 triliun.

Namun, nilai tersebut merupakan estimasi berdasarkan harga pasar dan bukan nilai transaksi akuisisi yang sebenarnya. Jika transaksi benar-benar dilakukan untuk mengambil alih blok pengendali, harga yang disepakati dapat berbeda dari harga pasar.

Kepemilikan Saham Pengendali BYAN

Sebagai gambaran, laporan kepemilikan saham BYAN per 31 Juli 2026 menunjukkan Dato' Low Tuck Kwong menguasai 40,251% saham, sedangkan Elaine Low menguasai 22,002%.

Jika digabungkan, kepemilikan keduanya mencapai sekitar 62,253%. Angka tersebut sangat dekat dengan 62,2% saham yang muncul dalam rumor akuisisi BYAN.

Rumor mengenai akuisisi tersebut sebelumnya turut mendorong pergerakan saham BYAN. Pada perdagangan 18 Agustus 2026, saham BYAN ditutup di level Rp17.275 per saham, naik 19,97% dalam sehari.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.