Butuh Ide Segar untuk Konservasi Spesies Terancam Punah, KKP Ajak Mitra Gelar Simposium Hiu dan Pari

ED
Selasa, 21 Mei 2024 | 14:42 WIB
Bagikan
Butuh Ide Segar untuk Konservasi Spesies Terancam Punah, KKP Ajak Mitra Gelar Simposium Hiu dan Pari
  • Kementerian Kelautan dan Perikanan berkomitmen untuk melindungi serta melestarikan hiu dan pari yang mencakup perlindungan habitat maupun pengaturan pemanfaatannya. • Yayasan WWF Indonesia dukung program ekonomi biru yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia, terutama dalam mengurangi ancaman dan melindungi habitat kritis hiu pari dalam skema perluasan kawasan konservasi di Indonesia.

VISI.NEWS | JAKARTA – Konsumsi dan perdagangan hiu dan pari di Indonesia masih marak terjadi. Pola konsumsi dan perdagangan spesies yang berlebihan ini telah mencapai 484 ton pada 2019. Menyikapi hal tersebut, Indonesia telah berkomitmen untuk melindungi serta melestarikan hiu pari melalui berbagai kebijakan inisiatif, seperti penetapan kawasan konservasi, penetapan status perlindungan, dan pengaturan perdagangannya melalui konvensi internasional untuk perdagangan spesies terancam punah (CITES).

Victor Gustaf Manoppo, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia (Dirjen PRL-KKP) menyampaikan, “Konservasi hiu dan pari dipandang strategis mengingat peran pentingnya dalam menjaga kelestarian ekosistem dan tingkat pemanfaatannya yang tinggi baik sebagai perikanan target maupun tangkapan samping. Untuk itu upaya konservasinya mencakup perlindungan habitat maupun pengaturan pemanfaatannya”.

Hingga saat ini, KKP telah menetapkan 28 kawasan konservasi yang terdapat hiu dan pari sebagai target konservasinya. Selain itu, dalam pengendalian pemanfaatan perdagangannya, telah mencatat 26.090 dokumen Surat Angkut Jenis Ikan (SAJI) selama 2021-2024 untuk hiu dan pari dari 512 perusahaan dengan bentuk pemanfaatan berupa sirip 40%, daging 25%, dan kulit 15%. Selanjutnya, KKP juga mendorong berkembangnya pemanfaatan hiu dan pari sebagai objek wisata bahari berkelanjutan di beberapa lokasi. “Selama 10 tahun terakhir, WWF-Indonesia sudah mendorong mahasiswa dari lebih dari 15 universitas untuk melakukan penelitian tentang hiu dan pari sejak tahun 2014, dan kita juga mendorong mereka untuk menjadi bagian dari pemimpin muda hiu dan konservasi di Indonesia”, ungkap Ranny Yuneni, National Coordinator for Marine ETP Species WWF-Indonesia.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.