Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Bupati Sebut Area Pergerakan Tanah Bantargadung Sukabumi Tidak Bisa Dihuni Lagi

Desi Rossilawati
Rabu, 4 Maret 2026 | 15:28 WIB
Bagikan
Bupati Sebut Area Pergerakan Tanah Bantargadung Sukabumi Tidak Bisa Dihuni Lagi

VISI.NEWS | SUKABUMI - Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyatakan area terdampak pergerakan tanah di Kampung Cijambe RT 05/07, Desa Bantargadung, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, sudah tidak dapat dihuni kembali. Karena itu, kata Asep, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi akan segera menyiapkan langkah relokasi bagi warga terdampak.

Asep menyampaikan hal tersebut usai meninjau langsung lokasi pada Rabu (4/3/2026). Berdasarkan hasil pantauannya, pergerakan tanah masih terus terjadi hingga kini. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi berlangsung lama, mengingat kerusakan rumah warga semakin bertambah dari hari ke hari. “Melihat kondisi yang hari ini, tanah terus bergerak. Ini kelihatannya akan lama, karena kan saya melihat langsung kondisi rumah yang ada disini, hari ke hari ini terus bergerak dan ini perlu penanganan yang serius dan kelihatannya ini tidak bisa dihuni lagi, dari pemerintah harus segera mempersiapkan untuk relokasi,” ujar Asep. Ia juga mengungkapkan bahwa lahan untuk relokasi sebenarnya sudah tersedia di sekitar wilayah tersebut. Namun, lokasi tersebut mesti dikaji terlebih dulu guna memastikan keamanannya dari potensi pergerakan tanah. “Tanah memang ada tapi akan dicek, diuji dulu, apakah itu aman dari pergerakan tanah. Kalau misalkan disini aman, kita akan lakukan disini,” ujarnya. Selain itu, Asep menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan kenyamanan warga terdampak, terutama yang masih berada di posko pengungsian. Pemerintah berupaya agar para pengungsi dapat segera menempati rumah sewaan sebagai tempat tinggal sementara. “Yang penting para keluarga yang hari ini diposko segera selamatkan, supaya di tempat-tempat tinggal untuk nanti sewa,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki,menyatakan pergerakan tanah tersebut berdampak pada 214 kepala keluarga. Ia menjelaskan, peristiwa itu membuat ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka. Menurut Eki, para pengungsi terdampak terbagi dalam beberapa kategori. Pertama, pengungsi mandiri yang mengungsi atas inisiatif sendiri karena kondisi yang tidak memungkinkan, tercatat sebanyak 48 kepala keluarga. Kemudian, terdapat satu kepala keluarga yang memilih pindah dan menyewa rumah. Selain itu, sebanyak 63 kepala keluarga atau 207 jiwa saat ini berada di tenda penampungan. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.